RadarBuleleng.id - Upaya percepatan pembangunan infrastruktur Bali mulai menunjukkan titik terang. Gubernur Bali Wayan Koster bergerak cepat menindaklanjuti hasil rapat kerja Komisi V DPR RI dengan pemerintah pusat, dengan mendatangi tiga kementerian di Jakarta, Selasa (21/4/2026).
Tiga kementerian yang dikunjungi yakni Kementerian PPN/Bappenas, Kementerian Perhubungan, dan Kementerian Pekerjaan Umum.
Pertemuan ini bertujuan menyinkronkan realisasi program prioritas, terutama percepatan pembangunan infrastruktur penunjang pariwisata Bali.
Hasilnya, sejumlah proyek strategis mulai mendapat lampu hijau dan akan dikerjakan bertahap mulai 2026, diawali dengan tahap perencanaan hingga konstruksi fisik.
Khusus untuk Buleleng, perhatian pemerintah pusat mulai mengarah ke wilayah Bali Utara.
Salah satu yang menjadi prioritas adalah pengembangan Pelabuhan Celukan Bawang menjadi pelabuhan logistik, penumpang, sekaligus pariwisata.
Selain itu, proyek shortcut Singaraja-Mengwitani, khususnya titik 11 dan 12, juga dipastikan masuk tahap pembangunan pada 2026-2027.
Infrastruktur tersebut diharapkan memangkas waktu tempuh dan membuka akses ekonomi lebih luas bagi masyarakat Buleleng.
"Menteri PU menegaskan tahun 2026-2027 mulai dibangun jalan underpas Jimbaran Badung, pembangunan gedung parkir Pura Ulun Danu Batur, pembangunan jembatan Nusa Ceningan-Nusa Lembongan, jalan shorcut titik 11 dan 12 Singaraja-Mengwitani, dan lanjutan pembangunan Embung Unda Klungkung," jelas Koster.
Tak hanya itu, sektor transportasi laut juga ikut didorong. Kementerian Perhubungan berencana mengembangkan sistem distribusi logistik yang lebih terintegrasi, termasuk mengarahkan arus kendaraan logistik langsung ke Pelabuhan Celukan Bawang, Pelabuhan Amed, maupun Pelabuhan Gunaksa.
Langkah ini sekaligus menjadi strategi mengurangi beban jalur darat, terutama kemacetan di jalur Gilimanuk-Mengwi yang nantinya akan difokuskan untuk kendaraan penumpang.
Di sisi lain, pemerintah juga menyiapkan pengembangan pelabuhan lain seperti Padangbai dan pembangunan pelabuhan baru di Amed serta Gunaksa untuk mendukung konektivitas antar wilayah di Bali.
Gubernur Koster menegaskan, pembangunan infrastruktur ini tidak hanya untuk mengurai kemacetan, tetapi juga mendorong pemerataan ekonomi, khususnya di Bali Utara yang selama ini dinilai masih tertinggal.
"Pembangunan infrastruktur penghubung antar kabupaten dan pembangunan sarana prasarana strategis se Bali akan berlanjut tahun 2028, 2029, dan 2030 untuk mengatasi kemacetan di Bali serta berdampak pada munculnya pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru dalam rangka pemerataan pembangunan antar wilayah Bali utara, selatan, timur, barat, dan tengah," tandas Koster. (*)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.
Editor : Eka Prasetya