Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Ribuan Warga Seririt Ikut Simulasi Bencana. Uji Kesiapsiagaan Hadapi Situasi Darurat

Francelino Junior • Minggu, 26 April 2026 | 12:24 WIB
SIMULASI: Proses simulasi di Lapangan Seririt. Ribuan warga di Kecamatan Seririt terlibat dalam proses simulasi tersebut. (Pemkab Buleleng)
SIMULASI: Proses simulasi di Lapangan Seririt. Ribuan warga di Kecamatan Seririt terlibat dalam proses simulasi tersebut. (Pemkab Buleleng)

 

SINGARAJA, RadarBuleleng.id – Suasana Lapangan Umum Seririt, Minggu (26/4), mendadak berubah tegang ketika sirene tanda bahaya dibunyikan. 

Ratusan warga berlarian menuju titik evakuasi, sementara petugas sigap mengarahkan jalur penyelamatan. 

Namun situasi tersebut bukan bencana sungguhan, melainkan simulasi penanggulangan bencana yang digelar dalam rangka Hari Kesiapsiagaan Bencana (HKB).

Kegiatan ini merupakan bagian dari Program Ketangguhan Masyarakat terhadap Bencana dan Perubahan Iklim (KANAL) yang diinisiasi Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LPBI PBNU), guna memperkuat kesiapan masyarakat menghadapi potensi bencana.

Sebanyak 1.040 orang peserta dari delapan desa dan kelurahan di Kecamatan Seririt ambil bagian dalam simulasi tersebut. 

Mereka berasal dari Desa Pengastulan, Patemon, Bubunan, Sulanyah, Ularan, Ringdikit, Lokapaksa, serta Kelurahan Seririt.

Dalam simulasi tersebut, warga memperagakan langkah penyelamatan diri saat bencana terjadi, mulai dari proses evakuasi, penanganan korban, hingga koordinasi antar petugas di lapangan. 

Adapun lokasi evakuasi dipusatkan di dua titik. Yakni di Lapangan Umum Seririt, serta di kawasan Banjar Dinas Pamesan, Desa Lokapaksa.

Kegiatan tersebut menjadi latihan nyata agar masyarakat tidak panik ketika menghadapi kondisi darurat sesungguhnya.

Wakil Ketua LPBI PBNU, H. Affan Asi Rozi, mengatakan simulasi tersebut menjadi bagian penting dalam membangun budaya sadar bencana di tengah masyarakat.

“Kegiatan ini dilakukan agar masyarakat memiliki pengetahuan dan kesiapsiagaan terhadap bencana. Ke depan, bukan hanya bencana alam, namun juga bencana non-alam, bencana nasional, hingga kerentanan sosial yang perlu kita antisipasi bersama,” ujarnya.

Menurutnya, wilayah Kabupaten Buleleng, utamanya Seririt punya berbagai ancaman potensi bencana. Mulai dari gempa bumi, tsunami, hingga banjir bandang. Seluruh ancaman bencana itu harus dimitigasi.

“Apalagi Seririt pernah diguncang gempa pada tahun 1976. Memang sudah lama, tapi masih ada trauma di kalangan masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Buleleng, Gede Supriatna, menegaskan pentingnya simulasi semacam ini mengingat Kabupaten Buleleng termasuk daerah yang memiliki tingkat kerawanan cukup tinggi terhadap berbagai jenis bencana.

Ia menyebut Buleleng memiliki berbagai potensi bencana. Seperti gempa, tsunami, banjir, tanah longsor, kekeringan, abrasi, cuaca ekstrem, kebakaran hutan, hingga banjir bandang, belum lagi termasuk potensi bencana sosial. 

“Tentunya terjadinya suatu bencana tidak pernah kita harapkan. Oleh karena itu, peningkatan kesiapsiagaan bencana bagi masyarakat di daerah rawan bencana sangat penting dilakukan,” ungkapnya.

Salah satu peserta simulasi, Satya Dharma Arta dari Desa Sulanyah, mengaku kegiatan tersebut memberi pengalaman langsung yang sangat bermanfaat bagi warga.

“Saya sangat mengapresiasi kegiatan ini. Harapannya, ke depan masyarakat semakin mawas diri, serta peran pemerintah, akademisi, hingga lembaga-lembaga terkait dapat terus berkolaborasi secara utuh dan kuat,” tuturnya.

Melalui simulasi ini, masyarakat tidak hanya memahami teori penanggulangan bencana, tetapi juga merasakan langsung bagaimana prosedur penyelamatan dijalankan saat kondisi darurat terjadi. 

Langkah tersebut diharapkan mampu memperkuat ketangguhan warga di Kecamatan Seririt dalam menghadapi ancaman bencana di masa mendatang. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

 

Editor : Eka Prasetya
#simulasi #bencana #seririt #buleleng