Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Mengenal Team 55, Komunitas Pengamanan Event di Buleleng yang Fokus Kerja dan Kegiatan Sosial

Francelino Junior • Selasa, 28 April 2026 | 17:20 WIB
TEAM 55: Komunitas yang menjadi wadah bagi mereka yang mau bekerja, khususnya di bidang jasa keamanan. Team 55 bukan untuk gaya-gayaan, tetapi menjadi tempat berkegiatan positif. (Team 55 untuk Radar Buleleng)
TEAM 55: Komunitas yang menjadi wadah bagi mereka yang mau bekerja, khususnya di bidang jasa keamanan. Team 55 bukan untuk gaya-gayaan, tetapi menjadi tempat berkegiatan positif. (Team 55 untuk Radar Buleleng)

 

SINGARAJA, RadarBuleleng.id - Di balik penampilan yang terkesan tegas, Team 55 di Buleleng merupakan komunitas yang bergerak di bidang pengamanan sekaligus membuka peluang kerja bagi anggotanya. 

Mayoritas anggotanya berasal dari kalangan “anak kolong” atau anak dari personel TNI dan Polri.

Komunitas ini terbentuk sejak 2010, berawal dari jaringan Anak Kolong Singaraja dan Anak Kolong Militan. 

Karena jumlah anggota cukup banyak dan mulai dilibatkan dalam kegiatan pengamanan, akhirnya dibentuk Team 55 sebagai wadah tersendiri.

Koordinator Team 55 Buleleng, Paskalis Didik Bria menegaskan, komunitas ini bukan kelompok kekerasan, melainkan berfokus pada pekerjaan, khususnya jasa pengamanan.

“Adanya Team 55 ini untuk pengamanan, memang untuk bekerja. Sebagian besar ada yang memiliki sertifikat security. Sampai saat ini, jasa kami tetap digunakan,” ujarnya.

Nama Team 55 mulai dikenal luas saat pandemi Covid-19. Saat itu, mereka aktif melakukan berbagai kegiatan sosial. 

Seiring waktu, mereka juga dipercaya mengamankan berbagai kegiatan, mulai dari event pemerintah, swasta, hingga pengamanan tempat hiburan malam di sejumlah wilayah seperti Penimbangan, Lovina, Sambangan, dan Seririt.

Bahkan, sebagian anggota kini telah bekerja sebagai tenaga keamanan tetap di sejumlah usaha dan hotel.

Dalam menjalankan tugas, anggota Team 55 menggunakan seragam khusus agar mudah dikenali. Hal ini penting untuk memudahkan pengawasan dan penanganan jika terjadi gangguan keamanan.

Didik menegaskan, dalam bertugas anggota tidak diperbolehkan melakukan kekerasan.

“Kalau ada keributan, tidak boleh melakukan pemukulan. Langsung koordinasi dengan polsek terdekat supaya tidak terjadi tindakan main hakim sendiri,” tegasnya.

Selain fokus pada pekerjaan, Team 55 juga rutin menggelar kegiatan sosial. Salah satunya pembagian sembako yang dilakukan dua kali dalam setahun.

Komunitas ini juga pernah menggelar event pertarungan yang difasilitasi secara resmi. 

Kegiatan tersebut muncul dari inisiatif untuk menyalurkan minat masyarakat yang kerap terlibat keributan, terutama di tempat hiburan.

Event pertama digelar pada 2024 dengan 50 pasangan peserta. Pada 2026, jumlahnya meningkat menjadi 100 pasangan, bekerja sama dengan Batalyon Infanteri Raider 900/Satya Bhakti Wirottama (SBW).

“Berawal dari sering melihat keributan saat bertugas, akhirnya kami buatkan wadah yang lebih terarah,” jelas Didik.

Terkait situasi keamanan di Buleleng belakangan ini, Didik mengimbau seluruh tim pengamanan agar lebih mengedepankan kesabaran dan profesionalisme dalam bertugas, khususnya di lokasi yang rawan konflik seperti tempat hiburan malam.

Ia berharap, langkah tersebut dapat mencegah terjadinya tindakan berlebihan dan menjaga kepercayaan masyarakat terhadap profesi pengamanan. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

 

Editor : Eka Prasetya
#komunitas #Anak Kolong #polri #tni #buleleng