Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Jalan Rusak Sepanjang 2,5 Kilometer di Alasangker jadi Keluhan Masyarakat, Wabup Supriatna Turun Tangan

Francelino Junior • Sabtu, 23 Mei 2026 | 06:00 WIB
JALAN RUSAK: Wakil Bupati Buleleng, Gede Supriatna (baju putih) saat mengecek kerusakan jalan di Desa Alasangker, Buleleng. (Pemkab Buleleng)
JALAN RUSAK: Wakil Bupati Buleleng, Gede Supriatna (baju putih) saat mengecek kerusakan jalan di Desa Alasangker, Buleleng. (Pemkab Buleleng)

 

SINGARAJA, RadarBuleleng.id - Kondisi jalan rusak di Desa Alasangker, Kecamatan Buleleng, akhirnya mendapat perhatian dari Pemkab Buleleng. 

Wakil Bupati Buleleng, Gede Supriatna, turun langsung meninjau ruas jalan sepanjang sekitar 2,5 kilometer yang mengalami kerusakan cukup parah, Jumat (22/5/2026).

Dalam peninjauan itu, Supriatna didampingi Kepala Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang dan Kawasan Permukiman (PU-Perkim) Buleleng, I Putu Adiptha Eka Putra. 

Kerusakan jalan disebut menjadi salah satu keluhan utama masyarakat karena terdapat tiga titik berlubang besar yang dinilai membahayakan pengguna jalan.

Pemkab Buleleng pun memastikan penanganan sementara segera dilakukan melalui penambalan untuk mengurangi risiko kecelakaan sekaligus menjawab keluhan warga.

“Karena kondisi di Alasangker ini cukup parah, walaupun belum terprogram, kami akan lakukan perbaikan lewat patching dulu agar bisa mengurangi keluhan masyarakat,” ujar Supriatna.

Ia mengakui persoalan jalan rusak masih menjadi pekerjaan rumah besar bagi Pemkab Buleleng. 

Pasalnya, Kabupaten Buleleng memiliki ruas jalan terpanjang di Bali dengan total hampir 300 kilometer jalan rusak, baik kategori rusak ringan maupun berat.

Menurut Supriatna, keterbatasan anggaran membuat penanganan infrastruktur harus dilakukan secara bertahap. 

Sebab, pemerintah daerah juga harus membagi anggaran untuk sektor lain seperti pendidikan, kesehatan, irigasi, hingga pembangunan gedung.

Meski demikian, Pemkab Buleleng menargetkan sebagian besar jalan rusak bisa tertangani selama lima tahun kepemimpinan Bupati Buleleng dr I Nyoman Sutjidra bersama dirinya.

“Kami minta masyarakat memahami kondisi keuangan daerah. Tetapi kami pastikan setiap tahun tetap ada program peningkatan maupun rehabilitasi jalan rusak di Buleleng,” katanya/

Tahun ini, Pemkab Buleleng telah mengalokasikan anggaran sekitar Rp 70 miliar untuk perbaikan jalan melalui Bantuan Keuangan Khusus (BKK). 

Selain itu, pada APBD Perubahan mendatang, pemerintah daerah kembali mengusulkan tambahan anggaran Rp 50 miliar sehingga total penanganan jalan ditarget mencapai Rp 120 miliar.

Selain pembangunan permanen, pemerintah juga akan memperbanyak perbaikan sementara melalui penambalan pada ruas jalan rusak ringan agar aktivitas masyarakat tetap berjalan lancar.

Sementara itu, Kepala Dinas PUPR Perkim Buleleng, I Putu Adiptha Eka Putra, menjelaskan salah satu penyebab lambatnya penanganan jalan rusak di Buleleng karena hilangnya Dana Alokasi Khusus (DAK) jalan dari pemerintah pusat selama empat tahun terakhir.

“Biasanya Buleleng mendapat DAK jalan sekitar Rp 70 miliar setiap tahun. Tetapi empat tahun terakhir dana itu hilang, sehingga cukup berpengaruh terhadap penanganan jalan,” jelasnya.

Ia menyebut Pemkab Buleleng kini terus melakukan berbagai pendekatan dan menjalin kolaborasi dengan pemerintah daerah lain guna mencari dukungan pembiayaan infrastruktur.

Di sisi lain, Kelian Desa Adat Banjar Tenaon, Wayan Wara, mengapresiasi kunjungan pemerintah daerah ke lokasi jalan rusak tersebut. 

Menurutnya, ruas jalan itu terakhir kali diaspal pada 2013 dan kini semakin rusak akibat intensitas hujan tinggi.

Ia mengungkapkan, banyak pengendara mengalami kecelakaan akibat lubang jalan yang cukup dalam. Selain usia jalan, kerusakan juga dipicu drainase yang tersumbat sehingga air meluber ke badan jalan.

“Kami berharap minimal lubang-lubang ini bisa segera ditutup supaya masyarakat yang melintas tidak terhambat dan tidak banyak jatuh di jalan,” ujarnya. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

 

Editor : Eka Prasetya
#jalan rusak #infrastruktur #alasangker #jalan #buleleng