Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Parade Puisi dan Akustik di Singaraja Jadi Ajang Kreativitas Anak Muda Buleleng

Francelino Junior • Senin, 25 Mei 2026 | 04:58 WIB
MUSIKALISASI PUISI: Suasana musikalisasi puisi serangkaian Hari Kebangkitan Nasional di Wantilan Sasana Budaya, Buleleng, pada Sabtu (23/5/2026) lalu. (Pemkab Buleleng)
MUSIKALISASI PUISI: Suasana musikalisasi puisi serangkaian Hari Kebangkitan Nasional di Wantilan Sasana Budaya, Buleleng, pada Sabtu (23/5/2026) lalu. (Pemkab Buleleng)

 

SINGARAJA, RadarBuleleng.id - Semangat kebangkitan generasi muda melalui seni dan kreativitas menggema dalam Parade Puisi dan Akustik di Gedung Sasana Budaya Singaraja, Sabtu (23/5/2026). 

Mengangkat tema “Bangkit Berkarya, Bersatu dalam Nada”, kegiatan tersebut menjadi wadah ekspresi sekaligus mempererat semangat persatuan di kalangan masyarakat, khususnya generasi muda Buleleng.

Bupati Buleleng yang diwakili Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kabupaten Buleleng, Putu Ariadi Pribadi, menegaskan bahwa momentum Hari Kebangkitan Nasional tidak hanya dimaknai sebagai kebangkitan ekonomi dan pembangunan fisik semata. 

Menurutnya, kebangkitan juga harus hadir dalam budaya, kreativitas, seni, hingga semangat kebersamaan masyarakat.

“Melalui puisi dan musik, kita diajak untuk membangun optimisme, memperkuat persatuan, dan menyalurkan energi positif bagi kemajuan daerah. Kebangkitan bangsa tidak hanya diukur dari pembangunan infrastruktur, tetapi juga dari tumbuhnya kreativitas dan karakter masyarakatnya,” ujar Putu Ariadi.

Ia juga menyoroti pentingnya peran generasi muda dalam memanfaatkan ruang digital secara bijak di tengah perkembangan teknologi saat ini. 

Menurutnya, setiap karya dan tindakan yang dipublikasikan di media sosial dapat memberikan pengaruh luas bagi masyarakat.

“Setiap kata, karya, dan tindakan kita hari ini dapat dilihat banyak orang. Karena itu mari gunakan media sosial dengan etika, sebarkan nilai-nilai positif, dan tunjukkan bahwa Buleleng memiliki generasi muda yang kreatif, berbudaya, serta penuh semangat kebersamaan,” katanya.

Ariadi menambahkan, Kabupaten Buleleng memiliki kekayaan budaya, seni, alam, serta sumber daya manusia yang menjadi modal besar untuk memperkuat citra daerah di tingkat nasional maupun internasional. 

Karena itu, seluruh elemen masyarakat diajak terus menjaga identitas positif Buleleng melalui karya kreatif dan kegiatan seni budaya.

“Satu kebaikan yang kita sebarkan akan dilihat banyak orang. Jika ribuan kebaikan terus disebarkan, maka citra Buleleng sebagai daerah yang ramah, kreatif, dan berbudaya akan semakin kuat,” imbuhnya.

Kegiatan tersebut juga diharapkan dapat berlangsung secara berkelanjutan sebagai ruang apresiasi bagi seniman, komunitas, dan anak muda Buleleng untuk terus berkarya dan menampilkan potensi terbaik mereka.

Dalam kesempatan itu, Ketua Tim Penggerak PKK Bali, Ny. Putri Suastini Koster turut tampil membawakan puisi berjudul Sumpah Kumbakarna yang sukses memukau penonton di Gedung Sasana Budaya. 

Hadir pula Ketua DPRD Buleleng, Ketut Ngurah Arya; Ketua Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Buleleng, Ny. Hermawati Supriatna; Ketua KPID Bali, Agus Astapa; Kelian Desa Adat Buleleng, Nyoman Sutrisna; sejumlah pimpinan SKPD, serta masyarakat yang antusias menyaksikan pertunjukan.

Tercatat, sebanyak 36 penampil turut ambil bagian dalam kegiatan ini, mulai dari pembacaan puisi hingga musikalisasi puisi yang dibawakan siswa SMP, SMA/SMK, yowana, tokoh seni dan adat, hingga kalangan perguruan tinggi. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

 

Editor : Eka Prasetya
#hari kebangkitan nasional #seni #puisi #buleleng