Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Tiga Kali Jadi Pilihan Presiden, Peternak dari Petandakan Buleleng Sukses Rawat Sapi Jumbo

Francelino Junior • Rabu, 27 Mei 2026 | 06:09 WIB
PILIHAN PRESIDEN: Peternak asal Desa Petandakan, Buleleng, Ketut SUkata menunjukkan sapi peliharaannya. Sapi berbobot 868 kilogram itu dipilih menjadi sapi presiden untuk hari raya Idul Adha tahun ini. (Francelino Junior/Radar Buleleng)
PILIHAN PRESIDEN: Peternak asal Desa Petandakan, Buleleng, Ketut SUkata menunjukkan sapi peliharaannya. Sapi berbobot 868 kilogram itu dipilih menjadi sapi presiden untuk hari raya Idul Adha tahun ini. (Francelino Junior/Radar Buleleng)

 

SINGARAJA, RadarBuleleng.id - Di sudut kandang sederhana di Banjar Dinas Pondok, Desa Petandakan, Kecamatan Buleleng, tak banyak yang menyangka lahir sapi-sapi jumbo langganan Presiden Republik Indonesia. 

Dari tangan dingin Ketut Sukata, 59, peternak asal Buleleng itu kembali mencatat prestasi membanggakan. Untuk ketiga kalinya, sapi peliharaannya dipilih menjadi hewan kurban presiden.

Jarak ribuan kilometer dari pusat pemerintahan rupanya tak menjadi penghalang kualitas ternak milik Sukata dilirik orang nomor satu di Indonesia. 

Tahun ini, sapi berbobot 868 kilogram miliknya dibeli Presiden RI Prabowo Subianto untuk kurban Idul Adha di Masjid Arrahmah, Desa Tegallinggah, Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng,  Bali.

Bukan kali pertama. Pada 2025 lalu, sapi miliknya dengan bobot 772 kilogram juga dibeli Presiden Prabowo untuk disalurkan ke Masjid Jami’ Safinatusalam di Desa Pegayaman, Kecamatan Sukasada. 

Sedangkan pada 2023, sapi berbobot 636 kilogram milik Sukata dikirim ke Masjid Agung Jami’ Singaraja di Kelurahan Kampung Bugis, Kecamatan Buleleng.

“Awalnya dari Dinas Pertanian Buleleng datang mengajukan calon sapi kurban presiden. Astungkara diterima, ini ketiga kalinya,” ujar Sukata.

Bagi Sukata, memelihara sapi bukan sekadar pekerjaan mencari nafkah. Aktivitas itu sudah menjadi bagian hidupnya sejak kecil. 

Anak ketiga dari tujuh bersaudara tersebut tumbuh di keluarga petani sekaligus peternak, sehingga sejak dini sudah akrab dengan kandang sapi milik ayahnya di Desa Petandakan.

Pengalaman panjang itulah yang membentuk insting Sukata dalam memilih dan merawat sapi berkualitas. 

Meski kini dikenal sebagai peternak sapi jumbo, ia mengaku tak pernah membayangkan ternaknya bakal dibeli presiden.

“Dari kecil, saya sudah biasa pelihara sapi. Karena bapak juga petani, sekaligus peternak,” tambahnya.

Sapi jumbo berbobot 868 kilogram yang kini dibeli Presiden Prabowo dihargai Rp 162,4 juta. Sukata memelihara sapi tersebut sejak masih berusia enam bulan. 

Hewan itu dibelinya pada 11 Desember 2022 dari Desa Penglatan, Kecamatan Buleleng, dengan bobot bahkan belum mencapai 100 kilogram.

Menariknya, Sukata tidak menggunakan perawatan mahal untuk membesarkan sapi hingga mencapai ukuran raksasa. Pakan yang diberikan terbilang sederhana. 

Setiap hari sapi hanya diberi rumput satu keranjang, dedak sekitar empat kilogram, serta air minum yang cukup. 

Selain itu, sapi rutin dikeluarkan dari kandang agar tetap aktif bergerak dan kaki tetap kuat menopang berat tubuhnya.

Ketika kondisi sapi menurun atau nafsu makannya berkurang, Sukata hanya menambahkan vitamin untuk menjaga kesehatannya.

“Dulu saya beli sekitar Rp 11 juta. Sudah hampir empat tahun pelihara. Yang penting pemilihan bibit dari awal,” jelasnya.

Di balik keberhasilannya mencetak sapi-sapi jumbo, Sukata ternyata menyimpan kegelisahan. 

Ia melihat minat masyarakat memelihara sapi Bali mulai menurun. Padahal menurutnya, sapi asli Buleleng memiliki kualitas unggulan dan mampu bersaing.

Kini, di Desa Petandakan, Sukata mengaku menjadi satu-satunya peternak yang masih telaten memelihara sapi berukuran jumbo. Sebuah ketekunan yang akhirnya membuat kandang sederhananya berkali-kali menjadi tujuan pilihan presiden.

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

 

Editor : Eka Prasetya
#hewan kurban #sapi #peternak #idul adha #buleleng