SINGARAJA, RadarBuleleng.id – Kasus African Swine Fever (ASF) atau Demam Babi Afrika ditemukan di Kabupaten Buleleng, Bali.
Puluhan ekor babi dilaporkan mati mendadak di wilayah Kecamatan Tejakula dalam sepekan terakhir.
Kondisi tersebut membuat Dinas Pertanian Ketahanan Pangan dan Perikanan (Distankan) Buleleng mengeluarkan imbauan kepada peternak agar meningkatkan sanitasi kandang dan membatasi aktivitas keluar masuk kandang ternak.
Kepala Distankan Buleleng, Gede Melandrat, membenarkan adanya temuan kasus ASF tersebut.
Ia menyebut penyakit yang menyerang ternak babi itu sulit diprediksi karena kerap muncul tanpa gejala sebelum akhirnya menyebabkan kematian mendadak.
”Sekitar 25 ekor babi mati mendadak di wilayah Kecamatan Tejakula. Tidak satu blok, tapi beda-beda pemilik, peternak rumahan. Umur babinya sudah enam bulan,” ungkap Melandrat pada Kamis (28/6/2026).
Menurut Melandrat, babi yang mati tersebar di beberapa kandang milik peternak rumahan.
Karena khawatir virus menyebar lebih luas, pihaknya tidak mengambil sampel dari bangkai ternak yang terinfeksi.
Setelah mati, ternak langsung dikubur atau dibakar oleh pemiliknya sebagai langkah pencegahan penyebaran virus.
Distankan juga mengingatkan peternak agar tidak sembarangan keluar masuk kandang, terutama ke lokasi yang sudah terindikasi terpapar ASF.
Sebab, penyebaran virus sangat mudah terjadi melalui aktivitas manusia maupun peralatan yang terkontaminasi.
Selain itu orang yang keluar masuk kandang juga harus diawasi secara selektif. Sehingga tidak sampai menyebarkan virus.
Melandrat menjelaskan, kasus penyebaran ASF seringkali dipicu banyaknya warga atau peternak lain yang datang melihat ternak mati mendadak.
Kondisi tersebut tanpa disadari dapat mempercepat penularan virus ke kandang lain.
Selain membatasi kunjungan, peternak diminta lebih disiplin menjaga kebersihan dan sanitasi kandang.
Lingkungan kandang yang kotor dinilai menjadi salah satu pemicu utama munculnya penyakit tersebut.
Hingga kini, ASF masih menjadi ancaman serius bagi peternak karena belum ditemukan obat maupun antivirus untuk menyembuhkan ternak yang terinfeksi.
”Kalau bisa pakannya dari lokal, jangan beli-beli saja dari luar. Ini kan penyebaran ASF bisa lewat pakan,” tandas Melandrat. (*)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.
Editor : Eka Prasetya