SINGARAJA, RadarBuleleng.id - Hari Raya Tri Suci Waisak 2570 Buddhis Era (BE) diperingati umat Buddha pada Minggu (31/5/2026) hari ini.
Rangkaian persiapan menghadapi hari raya tersebut ternyata telah berlangsung selama sebulan penuh.
Seperti yang dilakukan umat Buddha di Vihara Buddhavamsa Singaraja, Kelurahan Kampung Baru, Kabupaten Buleleng, Bali. Umat mengisi bulan Mei dengan berbagai kegiatan spiritual dan sosial.
Peringatan Waisak 2570 BE/2026 mengusung tema nasional “Dharma Sebagai Sumber Moral dan Kebijaksanaan”.
Tema tersebut menjadi pengingat bagi umat Buddha untuk menjadikan Dhamma sebagai pedoman dalam menjalani kehidupan sehari-hari.
Sementara itu, Sangha Theravada Indonesia (STI) mengangkat tema khusus “Menapaki Jalan Mulia Bersumbangsih Bagi Negeri” sebagai ajakan bagi umat untuk memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat dan bangsa.
Ketua Vihara Buddhavamsa Singaraja, Gede Sugiarta, mengungkapkan bahwa persiapan menyambut Waisak tidak hanya dilakukan beberapa hari menjelang perayaan.
Selama sebulan penuh, umat Buddha mengikuti program Sebulan Pendalaman Dhamma (SPD) yang berlangsung sejak 1 hingga 30 Mei.
Kegiatan tersebut menghadirkan para bhikkhu dan pandita dari Majelis Agama Buddha Theravada Indonesia (Magabudhi) untuk membimbing umat memperdalam pemahaman terhadap ajaran Buddha.
“Melalui puja bakti untuk membimbing dan menuntun umat, guna meningkatkan keyakinan atas ajaran Buddha,” ujar Sugiarta, Sabtu (30/5/2026).
Selain memperkuat sisi spiritual, umat juga melakukan berbagai persiapan fisik. Mulai dari membersihkan area vihara, altar, hingga Buddha rupang sebagai bentuk penghormatan menjelang hari suci.
Umat juga kegiatan sosial berupa pembagian sembako kepada umat yang membutuhkan juga menjadi bagian dari rangkaian peringatan Waisak tahun ini.
Menurut Sugiarta, makna dasar Waisak tidak pernah berubah, yakni memperingati tiga peristiwa agung dalam kehidupan Sang Buddha, meliputi kelahiran, Penerangan Sempurna, dan Parinibbana.
Hanya saja, tema yang diangkat setiap tahun disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan zaman agar pesan Dhamma tetap relevan bagi masyarakat.
Secara nasional, Waisak 2570 BE/2026 mengangkat subtema “Cinta Kasih Sumber Perdamaian Dunia”.
Tema tersebut mengajak umat untuk menjadikan Dhamma sebagai pedoman hidup sehingga mampu melahirkan kebijaksanaan, menumbuhkan cinta kasih, dan menciptakan perdamaian bagi seluruh makhluk.
Menjelang detik-detik Waisak yang jatuh pada Minggu (31/5/2026) pukul 16.44.44 WITA, umat Buddha di Vihara Buddhavamsa Singaraja akan melaksanakan berbagai ritual keagamaan.
Rangkaian kegiatan diawali dengan Pradaksina, Puja Bakti, hingga meditasi bersama. Setelah detik-detik Waisak, akan dilanjutkan dengan Dhammadesana, Sanghadana, Pattidana, dan Namakkara. (*)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.
Editor : Eka Prasetya