Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Bangkitkan Semangat Bung Karno, Wabup Supriatna Ajak Generasi Muda Amalkan Nilai Trisakti di Era Digital

Francelino Junior • Selasa, 2 Juni 2026 | 08:04 WIB
BULAN BUNG KARNO: Peringatan Hari Lahir Pancasila dan Bulan Bung Karno yang dipusatkan di RTH Bung Karno, Buleleng, pada Senin (1/6/2026) malam. (Pemkab Buleleng)
BULAN BUNG KARNO: Peringatan Hari Lahir Pancasila dan Bulan Bung Karno yang dipusatkan di RTH Bung Karno, Buleleng, pada Senin (1/6/2026) malam. (Pemkab Buleleng)

 

SINGARAJA, RadarBuleleng.id – Semangat perjuangan Sang Proklamator kembali digaungkan dalam pembukaan Bulan Bung Karno VIII Tahun 2026 di Ruang Terbuka Hijau (RTH) Bung Karno, Senin (1/6/2026) malam. 

Wakil Bupati Buleleng, Gede Supriatna, mengajak seluruh masyarakat, khususnya generasi muda, untuk tidak sekadar mengenang sosok Bung Karno. 

Ia juga mengajak pemuda mengimplementasikan nilai-nilai perjuangan, nasionalisme, dan Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.

Ajakan tersebut disampaikan saat membuka rangkaian peringatan Bulan Bung Karno VIII yang diawali dengan pagelaran seni dan budaya memperingati Hari Lahir Pancasila. 

Acara itu dihadiri unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah, pimpinan perangkat daerah, tokoh masyarakat, pelajar, mahasiswa, hingga berbagai elemen masyarakat lainnya.

Menurut Supriatna, bulan Juni memiliki makna istimewa dalam perjalanan sejarah bangsa Indonesia. 

Selain menjadi momentum Hari Lahir Pancasila pada 1 Juni, bulan ini juga bertepatan dengan hari kelahiran Bung Karno pada 6 Juni dan hari wafatnya Sang Proklamator pada 21 Juni.

“Bulan Bung Karno harus menjadi ruang refleksi untuk membangkitkan kembali semangat perjuangan, nasionalisme, dan kecintaan terhadap bangsa serta negara,” ujarnya.

Ia menjelaskan, tema Bulan Bung Karno VIII Tahun 2026, “Kawya Atma Kerthi” yang bermakna “Meraya Jiwa Perjuangan Proklamator”, menjadi seruan untuk menyalakan kembali semangat perjuangan Bung Karno dalam sanubari masyarakat. 

Semangat tersebut dinilai penting sebagai bekal menghadapi tantangan pembangunan sekaligus menjaga persatuan bangsa.

Dalam kesempatan itu, Supriatna juga mengingatkan pentingnya mengamalkan ajaran Trisakti yang diwariskan Bung Karno, yakni berdaulat dalam politik, berdikari dalam ekonomi, dan berkepribadian dalam kebudayaan. 

Nilai-nilai tersebut, menurutnya, tetap relevan sebagai pedoman pembangunan daerah maupun bangsa di tengah derasnya arus globalisasi.

Ia juga menyoroti tantangan yang muncul di era digital. Di satu sisi, perkembangan teknologi informasi dan komunikasi membawa berbagai kemudahan. 

Namun di sisi lain, masyarakat dihadapkan pada ancaman penyebaran hoaks, serangan siber, hingga ketergantungan terhadap teknologi asing.

Karena itu, masyarakat didorong untuk memperkuat literasi digital serta memanfaatkan teknologi secara bijak dan bertanggung jawab demi menjaga kedaulatan bangsa.

“Momentum Bulan Bung Karno harus menjadi pengingat bagi kita semua untuk terus menjunjung toleransi, mencintai produk dalam negeri, serta bangga terhadap tradisi, adat, seni, dan budaya bangsa sendiri,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana Bulan Bung Karno VIII Tahun 2026, Nyoman Widiartha, mengatakan peringatan tersebut digelar untuk memuliakan, melestarikan, dan menggelorakan nilai-nilai luhur ajaran serta keteladanan Bung Karno.

Berbagai kegiatan yang dilaksanakan sepanjang Juni diarahkan untuk mengaktualisasikan nilai-nilai Pancasila, memperkuat pemberdayaan ekonomi masyarakat, serta menjaga kelestarian adat dan budaya lokal sebagai identitas bangsa.

Pembukaan Bulan Bung Karno VIII berlangsung meriah. Sejumlah pertunjukan seni budaya ditampilkan, mulai dari Tari Pancasila, tabuh kreasi, tari penyambutan, Joged Bumbung kolaborasi bondres, hingga penampilan grup musik lokal Buleleng.

“Pagelaran ini menjadi simbol bahwa semangat perjuangan Bung Karno tidak hanya diwariskan melalui gagasan dan pemikiran, tetapi juga melalui pelestarian seni dan budaya sebagai jati diri bangsa,” kata Widiartha.

Rangkaian Bulan Bung Karno VIII akan berlangsung sepanjang Juni 2026 hingga tingkat desa dan kelurahan di seluruh Kabupaten Buleleng. 

Berbagai kegiatan sosial, edukatif, dan budaya telah disiapkan, mulai dari donor darah, aksi bersih sampah, penyaluran bantuan sosial, sosialisasi wawasan kebangsaan, hingga program pemberdayaan masyarakat. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

Editor : Eka Prasetya
#pancasila #bung karno #buleleng #Bulan Bung Karno