Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Bupati Sutjidra Ajak Warga Menanam. Jangan Wariskan Kerusakan Alam untuk Generasi Muda

Francelino Junior • Minggu, 7 Juni 2026 | 08:26 WIB
SERAHKAN BIBIT: Bupati Buleleng, Nyoman Sutjidra (kiri) menyerahkan bibit kepada Perbekel Munduk, Nengah Sudira (kanan). (Pemkab Buleleng)
SERAHKAN BIBIT: Bupati Buleleng, Nyoman Sutjidra (kiri) menyerahkan bibit kepada Perbekel Munduk, Nengah Sudira (kanan). (Pemkab Buleleng)

 

SINGARAJA, RadarBuleleng.id – Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 di Kabupaten Buleleng tidak sekadar menjadi seremoni tahunan. 

Dari kawasan hulu Danau Tamblingan, Desa Munduk, Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng, Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra menyerukan gerakan besar yang ia sebut sebagai “pertobatan lingkungan”. Kegiatan itu berlangsung pada Sabtu (6/6/2026).

Seruan tersebut disampaikan saat memimpin Apel Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia yang mengusung tema nasional “Let's Act Now for Climate: Saatnya Bekerja untuk Iklim”. 

Danau Tamblingan dipilih sebagai lokasi kegiatan karena memiliki peran vital sebagai kawasan resapan air sekaligus penyangga ekosistem bagi wilayah hilir di Buleleng.

Dalam kesempatan itu, Bupati Sutjidra membacakan amanat Menteri Lingkungan Hidup sekaligus Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH) Republik Indonesia. 

Dalam sambutan tersebut, dunia kini disebut tengah menghadapi krisis lingkungan global yang dikenal sebagai “triple planetary crisis”, yakni perubahan iklim, hilangnya keanekaragaman hayati, serta pencemaran lingkungan.

Indonesia sebagai negara kepulauan dinilai sangat rentan terhadap dampak krisis tersebut. 

Data menunjukkan lebih dari 60 persen penduduk Indonesia tinggal di kawasan pesisir yang terancam kenaikan muka air laut. 

Di sisi lain, sekitar 90 persen bencana yang terjadi di Indonesia merupakan bencana hidrometeorologi, seperti banjir, longsor, hingga kekeringan ekstrem.

Melihat kondisi tersebut, Sutjidra mengajak seluruh masyarakat untuk meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan melalui langkah-langkah sederhana yang dimulai dari rumah tangga.

"Kondisi bumi kita sedang tidak baik-baik saja. Apa yang disampaikan oleh Bapak Menteri memang betul, kita harus mulai melakukan 'pertobatan ekologis'. Selama bertahun-tahun kita mungkin tidak menyadari telah merusak alam ini. Mari kita bersama-sama, seluruh elemen masyarakat di mana pun berada, memulai langkah konkret ini demi keberlangsungan generasi mendatang," tegasnya.

Menurut Sutjidra, pelestarian lingkungan tidak bisa lagi dibebankan hanya kepada pemerintah. Kesadaran dan keterlibatan masyarakat menjadi faktor utama dalam menjaga kelestarian alam secara berkelanjutan.

Salah satu persoalan yang menjadi perhatian serius adalah pengelolaan sampah rumah tangga. 

Ia menilai pola lama dalam penanganan sampah harus segera ditinggalkan dan diganti dengan kebiasaan memilah sampah sejak dari sumbernya.

"Langkah pertama yang sangat krusial adalah memilah sampah langsung dari rumah tangga, serta menekan segala aktivitas yang memicu pencemaran air dan udara," ujarnya.

Sutjidra menambahkan, Pemerintah Kabupaten Buleleng telah mengintegrasikan lprogram pelestarian lingkungan ke dalam berbagai kebijakan daerah. 

Beberapa di antaranya melalui aksi bersih-bersih massal secara berkala, gerakan penanaman pohon, hingga revitalisasi kawasan kumuh agar kembali menjadi ruang publik yang sehat dan nyaman.

Menurutnya, kondisi bumi yang semakin tertekan akibat berbagai aktivitas manusia harus menjadi alarm bersama. 

Jika upaya perbaikan lingkungan tidak segera dilakukan, generasi muda akan menanggung dampak yang jauh lebih besar.

Selain apel peringatan, kegiatan juga dirangkaikan dengan penanaman pohon, penyerahan bibit kepada Desa Munduk, serta penyerahan simbolis foto Jalak Bali untuk mendukung program pelestarian satwa langka bertajuk "Separuh Hati untuk Bali". (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

 

Editor : Eka Prasetya
#pohon #lingkungan hidup #danau tamblingan #sampah #buleleng