SINGARAJA, RadarBuleleng.id - Pemenuhan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Buleleng terus dikebut untuk mendukung pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Hingga pertengahan 2026, sebanyak 38 unit SPPG atau dapur MBG telah beroperasi atau sekitar 54 persen dari total kebutuhan ideal di daerah tersebut.
Koordinator Wilayah Badan Gizi Nasional (BGN) Kabupaten Buleleng, Rusdianto, mengatakan Buleleng diperkirakan masih membutuhkan sekitar 63 hingga 67 SPPG agar seluruh sasaran penerima manfaat dapat terlayani secara optimal.
Perhitungan itu disesuaikan dengan jumlah penerima manfaat serta kondisi geografis wilayah Buleleng yang cukup luas.
"Sebanyak 38 SPPG sudah beroperasi. Namun, agar seluruh penerima manfaat dapat terlayani dengan maksimal, Buleleng masih membutuhkan sekitar 63 sampai 67 SPPG," ujarnya.
Rusdianto menjelaskan, menjelang dimulainya tahun ajaran baru, seluruh SPPG yang telah terbentuk mulai melakukan berbagai persiapan operasional.
Mulai dari penyiapan sumber daya manusia, simulasi pelayanan, pembersihan fasilitas, pemeriksaan peralatan, hingga pemutakhiran data penerima manfaat melalui koordinasi dengan Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan, dan instansi terkait.
Menurutnya, kesiapan SPPG menjadi faktor penting agar distribusi makanan bergizi dapat berjalan lancar sejak hari pertama pelaksanaan di sekolah maupun bagi kelompok penerima lainnya.
Di sisi lain, Rusdianto mengapresiasi dukungan Pemerintah Kabupaten Buleleng terhadap pelaksanaan Program MBG. Ia menilai sinergi antara BGN, Satgas MBG, dan pemerintah daerah menjadi salah satu faktor yang membuat pelaksanaan program di Buleleng berjalan lebih optimal.
"Kolaborasi di Kabupaten Buleleng sangat luar biasa. Satgas MBG memiliki respons yang cepat terhadap setiap kebutuhan koordinasi maupun arahan yang disampaikan, baik dari BGN maupun pemerintah pusat. Komunikasi berjalan sangat baik sehingga pelaksanaan program semakin optimal," katanya.
Sementara itu, Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kabupaten Buleleng, Putu Witari, yang juga mewakili Sekretaris Satgas MBG Buleleng, mengatakan rapat evaluasi turut membahas percepatan pelaksanaan program di lapangan.
Selain itu, Satgas MBG kembali menyosialisasikan Surat Keputusan Bupati Buleleng tentang pembentukan Satgas MBG agar seluruh anggota memahami tugas dan fungsi masing-masing.
Berbagai kendala yang masih ditemukan di lapangan, baik dari perangkat daerah maupun kecamatan, juga dibahas bersama untuk segera dicarikan solusi.
Melalui penambahan jumlah SPPG dan penguatan koordinasi lintas sektor, Program MBG diharapkan mampu menjangkau seluruh kelompok penerima manfaat, mulai dari peserta didik hingga kelompok 3B, yakni ibu hamil, ibu menyusui, dan balita. (*)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.
Editor : Eka Prasetya