Kebakaran Hutan di Pemuteran Akhirnya Padam. Puluhan Hektare Lahan Terdampak

Francelino Junior • Dipublikasikan Minggu, 19 Juli 2026 | 23:37 WIB
PADAMKAN API: Tim gabungan berupaya melakukan pemadaman api dampak kebakaran hutan yang terjadi di Desa Pemuteran, Buleleng. (BPBD Buleleng)
PADAMKAN API: Tim gabungan berupaya melakukan pemadaman api dampak kebakaran hutan yang terjadi di Desa Pemuteran, Buleleng. (BPBD Buleleng)

 

SINGARAJA, RadarBuleleng.id - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda kawasan Desa Pemuteran, Kecamatan Gerokgak, Kabupaten Buleleng, akhirnya berhasil dipadamkan setelah berlangsung selama empat hari. 

Peristiwa yang mulai terdeteksi sejak Kamis (16/7/2026) itu menghanguskan sekitar 48,6 hektare kawasan hutan.

Kebakaran terjadi di kawasan Hutan Lindung (HL) dan Hutan Produksi (HP) Kelompok Hutan Bali Barat RTK 19. 

Titik api pertama kali terlihat pada Kamis (16/7/2026) sekitar pukul 16.00 WITA. Namun, proses penanganan intensif baru dilakukan BPBD Kabupaten Buleleng bersama tim gabungan pada Jumat (17/7/2026) malam sekitar pukul 21.00 WITA.

Kepala Pelaksana BPBD Buleleng, I Gede Suyasa, mengatakan kobaran api saat itu terlihat cukup besar di kawasan Bukit Kursi. Ditambah embusan angin, api bergerak cepat sehingga menyulitkan proses pengendalian.

“Pemadaman dilakukan secara manual karena lokasi kebakaran berada di medan yang sangat terjal dan sulit dijangkau kendaraan maupun peralatan pemadam,” ujarnya, Minggu (19/7/2026).

Upaya pemadaman melibatkan personel gabungan dari BPBD Kabupaten Buleleng, BPBD Provinsi Bali, Polres Buleleng, Polisi Kehutanan (Polhut), Kodim 1609/Buleleng, Pemerintah Kecamatan Gerokgak, hingga Pemerintah Desa Pemuteran.

Untuk mencapai titik api, petugas harus mendaki kawasan perbukitan dengan membawa kantong air (water bag). 

Selain menyiram api, petugas juga memanfaatkan ranting dan dahan pohon untuk memukul serta mengendalikan kobaran api yang masih menyala di beberapa titik.

Selama proses penanganan, tim juga mengoperasikan drone guna memantau perkembangan kebakaran sekaligus melakukan asesmen terhadap luas area yang terdampak.

Berdasarkan analisis citra Satelit Copernicus, luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai 48,6 hektare. 

Rinciannya, sekitar 28,21 hektare merupakan kawasan Hutan Produksi, sedangkan 20,39 hektare lainnya berada di kawasan Hutan Lindung.

Suyasa memastikan, hingga Minggu (19/7/2026), seluruh titik api telah berhasil dipadamkan. Tim di lapangan juga tidak lagi menemukan kepulan asap yang mengindikasikan adanya kebakaran aktif.

"Situasi saat ini sudah dinyatakan aman dan terkendali. Meski demikian, pemantauan secara berkala tetap dilakukan untuk mengantisipasi kemungkinan munculnya bara api yang dapat memicu kebakaran kembali," jelasnya. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

 

Editor : Eka Prasetya
Sumber : Radar Buleleng
bali kebakaran hutan kebakaran Pemuteran buleleng