SINGARAJA, RadarBuleleng.id - Kwartir Cabang Gerakan Pramuka (Kwarcab) Buleleng kembali menunjukkan aksi nyata kepedulian kepada masyarakat.
Menjelang peringatan Hari Pramuka 2026, Kwarcab Buleleng resmi meluncurkan program Bumbung Kemanusiaan untuk menggalang donasi pembangunan dua unit rumah layak huni bagi warga kurang mampu.
Peluncuran program yang menjadi rangkaian Bulan Bakti Pramuka itu berlangsung di Hall SMKN Bali Mandara, Jumat (24/7/2026), bersamaan dengan pembukaan kegiatan Penguatan Kapasitas Pengurus Pramuka Peduli Kwarcab Buleleng.
Program tersebut diresmikan Ketua Kwarcab Gerakan Pramuka Buleleng, Gede Suyasa, didampingi jajaran wakil ketua Kwarcab.
Suyasa mengatakan, peletakan batu pertama pembangunan rumah ditargetkan berlangsung pada Selasa (28/7/2026). Jika proses berjalan sesuai rencana, pembangunan diperkirakan selesai dalam waktu 30 hari.
"Hari ini kita resmi meluncurkan program Bumbung Kemanusiaan. Kalau tidak ada aral melintang, tanggal 28 Juli kita akan meletakkan batu pertama. Mudah-mudahan dalam 30 hari sudah selesai. Saat ini kami membuka Bumbung Kemanusiaan untuk menampung sumbangsih dari seluruh anggota Pramuka, sekaligus mengajak para tokoh masyarakat dan pengusaha di Buleleng ikut berdonasi," ujar Suyasa yang juga menjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Buleleng.
Menurutnya, tahun ini Kwarcab Buleleng menargetkan pembangunan dua unit rumah layak huni yang telah dikoordinasikan bersama Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos PPPA) Kabupaten Buleleng.
Meski jumlah rumah yang dibangun tidak banyak, Suyasa menegaskan program tersebut merupakan bentuk komitmen Pramuka untuk terus hadir membantu masyarakat setiap tahun.
"Memang tidak banyak rumah yang bisa kita bedah. Tetapi sebagai komunitas yang peduli, setiap tahun kami berupaya membantu dua rumah. Saat ini biaya pembangunan meningkat karena harga material juga naik. Dua rumah yang akan dibangun berada di Desa Patemon, Kecamatan Seririt, dan Desa Banyusri, Kecamatan Banjar," jelasnya.
Ia menambahkan, kepedulian Pramuka Buleleng tidak hanya diwujudkan saat peringatan Hari Pramuka. Satgas Pramuka Peduli juga aktif bergerak ketika terjadi bencana maupun kondisi darurat yang membutuhkan bantuan kemanusiaan.
Salah satu contohnya saat banjir bandang melanda Desa Banjar. Melalui Bumbung Kemanusiaan, Kwarcab Buleleng berhasil menghimpun donasi lebih dari Rp 100 juta yang berasal dari anggota Pramuka, sekolah, hingga masyarakat.
"Waktu banjir bandang di Banjar, kami membuka Bumbung Kemanusiaan. Responsnya sangat baik. Teman-teman sekolah melalui gugus depan ikut memberikan sumbangsih hingga terkumpul lebih dari Rp 100 juta. Seluruh bantuan itu kami pertanggungjawabkan secara transparan," katanya.
Selain meluncurkan program Bumbung Kemanusiaan, Kwarcab Buleleng juga menggelar Penguatan Kapasitas Pengurus Pramuka Peduli selama tiga hari.
Kegiatan tersebut diikuti 40 peserta yang mendapatkan pembekalan dari Basarnas, PMI, BPBD, Dinas Lingkungan Hidup (DLH), serta Pusat Pendidikan dan Pelatihan (Pusdiklat) Kwarcab Buleleng. (*)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.
Editor : Eka Prasetya
Sumber : Radar Buleleng