SINGARAJA, RadarBuleleng.id - Pemerintah mulai bergerak memberikan pendampingan kepada keluarga almarhum KD, warga Desa Sidetapa, Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng, yang tewas dalam peristiwa amuk massa di Kabupaten Tabanan.
Selain menyalurkan bantuan kebutuhan pokok, Pemprov Bali juga menyiapkan akses pendidikan dan layanan pemulihan psikologis bagi anak-anak korban.
Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Provinsi Bali, Anak Agung Sagung Mas Dwipayani, mengatakan tim gabungan telah melakukan kunjungan langsung ke rumah duka untuk memastikan kondisi keluarga serta menyiapkan langkah penanganan lanjutan.
Kunjungan tersebut melibatkan Dinsos P3A Provinsi Bali melalui Panti Anak Udyana Wiguna, Dinsos P3A Kabupaten Buleleng, Dinas Pendidikan Kabupaten Buleleng, anggota DPRD Buleleng, serta Perbekel Desa Sidetapa. Rombongan diterima oleh istri almarhum, ketiga anaknya, dan kakek mendiang.
Berdasarkan hasil asesmen, keluarga almarhum tercatat masuk dalam kelompok desil 2 dan selama ini telah menerima berbagai bantuan sosial dari pemerintah. Dalam pertemuan itu, pemerintah menawarkan sejumlah alternatif untuk menjamin keberlangsungan pendidikan anak-anak almarhum.
Pilihan yang diberikan antara lain melanjutkan pendidikan di Sekolah Rakyat atau tinggal di Panti Anak Udyana Wiguna milik Pemerintah Provinsi Bali yang berada di Kabupaten Buleleng.
Namun, hingga kini keluarga belum bersedia menentukan pilihan. Mereka meminta waktu untuk menyelesaikan masa berkabung sesuai adat dan kepercayaan yang dianut.
“Keluarga belum mau mengambil keputusan apapun sebelum melewati masa 42 hari. Sesuai kepercayaan mereka, selama rentang waktu kedukaan tersebut keluarga tidak boleh diganggu,” ujar Sagung.
Sambil menunggu keputusan keluarga, pemerintah telah menyalurkan bantuan logistik berupa sembako dan kebutuhan pokok sehari-hari untuk meringankan beban keluarga yang ditinggalkan.
“Beberapa bantuan sembako dan kebutuhan harian sudah diserahkan langsung oleh Pemprov Bali melalui Dinsos Provinsi bersama Pemkab Buleleng,” imbuhnya.
Tak hanya fokus pada bantuan material, Pemprov Bali juga memberikan perhatian terhadap kondisi psikologis anak-anak almarhum yang diduga mengalami trauma akibat kehilangan ayah mereka secara tragis.
Untuk itu, tim psikolog dari UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Provinsi Bali bersama UPTD PPA Kabupaten Buleleng telah menyusun agenda pendampingan secara bertahap guna membantu proses pemulihan mental anak-anak.
Menurut Sagung, saat asesmen awal keluarga masih menutup diri karena masih larut dalam suasana duka. Namun, berkat pendampingan dari Perbekel Desa Sidetapa, komunikasi dengan keluarga mulai terjalin lebih baik.
“Saat asesmen awal, keluarga memang masih agak menutup diri karena suasana duka yang mendalam. Namun, berkat pendampingan dari kepala desa, keluarga mulai lebih terbuka. Untuk anak-anak, tim psikolog akan berkunjung kembali guna memberikan pendampingan psikologis,” pungkasnya. (*)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.
Editor : Eka Prasetya
Sumber : Radar Buleleng