Ketua DPRD Buleleng Soroti Jalan Rusak, Minta Pemimpin Lebih Sering Turun ke Lapangan

Francelino Junior • Dipublikasikan Senin, 10 Agustus 2026 | 08:54 WIB
KOLABORASI: Ketua DPRD Buleleng, Ketut Ngurah Arya. (Francelino Junior/Radar Buleleng)
KOLABORASI: Ketua DPRD Buleleng, Ketut Ngurah Arya. (Francelino Junior/Radar Buleleng)

 

SINGARAJA, RadarBuleleng.id - Ketua DPRD Buleleng, Ketut Ngurah Arya meminta Pemkab Buleleng lebih sering turun langsung ke lapangan untuk melihat kondisi masyarakat. 

Menurutnya, pemimpin seharusnya hadir karena memiliki kepedulian, bukan hanya ketika mendapat panggilan dari warga.

Hal itu disampaikan Ngurah Arya setelah jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Buleleng melakukan kunjungan lapangan menggunakan sepeda motor di sejumlah wilayah Kecamatan Gerokgak, yakni Desa Tinga-tinga, Pengulon, Patas, hingga Desa Gerokgak.

Dalam perjalanan tersebut, rombongan melintasi sejumlah ruas jalan dengan kondisi kurang baik. 

Bahkan, ban sepeda motor yang digunakan Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra sempat ngelengsot atau terpeleset saat melewati jalan berbatu. Beruntung, orang nomor satu di Buleleng itu tidak sampai terjatuh.

"Kalau motor tidak bisa kencang jalannya karena jalan rusak, siapa yang bertanggung jawab terhadap jalan ini? Maka sambil jalan, sama-sama menjawab dan mengkomunikasikannya," kata Ngurah Arya, Minggu (9/8/2026).

Menurut Ngurah Arya, kegiatan turun lapangan penting dilakukan agar pemerintah dapat menangkap langsung berbagai persoalan yang terjadi di masyarakat. Tidak hanya terkait infrastruktur, tetapi juga menyangkut kondisi lingkungan dan kebutuhan dasar warga.

Ia menyebut, dalam kunjungan tersebut pihaknya juga melihat sejumlah kondisi, seperti lahan pertanian yang mengalami kekeringan, kawasan yang masih hijau, hingga kondisi hutan yang mulai mengalami kerusakan.

"Ketika turun ke lapangan, minimal forkopimda bisa menangkap sesuatu yang terjadi di sana," ujarnya.

Ngurah Arya menilai, persoalan kekurangan air bersih di sejumlah wilayah juga menjadi tanggung jawab pemerintah daerah untuk segera dicarikan solusi. 

Ia menegaskan, penyelesaian masalah masyarakat tidak boleh hanya bergantung pada inisiatif satu atau dua pihak.

Menurutnya, pemerintah harus mampu menjawab kebutuhan dan keluhan masyarakat. Sebab, saat ini banyak warga yang memilih diam, namun tetap berharap pemerintah hadir memberikan perhatian.

"Seharusnya masyarakat tidak menengadahkan tangan, tidak lagi memanggil pemimpinnya. Tetapi harus merasa terpanggil untuk berbuat," tandasnya. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

 

Editor : Eka Prasetya
Sumber : Radar Buleleng
jalan rusak dprd buleleng pemkab buleleng jalan buleleng