Dulu Lewati Sungai untuk Sekolah, Kini Anak-anak Lokapaksa Manfaatkan Jembatan Gantung

Francelino Junior • Dipublikasikan Jumat, 14 Agustus 2026 | 14:06 WIB
JEMBATAN PENYEBERANGAN: Jembatan gantung yang membentang di Tukad Saba. Jembatan itu kini dimanfaatkan warga dan siswa di SDN 5 Ringdikit. (Kodam IX/Udayana)
JEMBATAN PENYEBERANGAN: Jembatan gantung yang membentang di Tukad Saba. Jembatan itu kini dimanfaatkan warga dan siswa di SDN 5 Ringdikit. (Kodam IX/Udayana)

 

SERIRIT, RadarBuleleng.id – Penantian warga Desa Lokapaksa dan Desa Ringdikit, Kecamatan Seririt, Buleleng, akhirnya terjawab. 

Jembatan Garuda yang selama ini menjadi akses penting untuk menyeberangi sungai resmi diresmikan, Kamis (13/8/2026).

Keberadaan jembatan sepanjang 60 meter itu bukan sekadar memangkas jarak. Bagi warga, terutama para siswa SDN 5 Ringdikit, jembatan tersebut mengubah cara mereka menuju sekolah. Sebelumnya, sejumlah anak terpaksa berjalan kaki melewati sungai untuk beraktivitas.

"Dulu sekolah jalan kaki lewat sungai. Sekarang terbantu dengan adanya jembatan ini," kata Putu Reva Septiani, siswa kelas IV SDN 5 Ringdikit.

Jembatan yang membentang di atas sungai selebar sekitar 50 meter itu menghubungkan Desa Lokapaksa dengan Desa Ringdikit. 

Sebelum dibangun, akses penyeberangan darat di kawasan tersebut masih terbatas sehingga sungai menjadi salah satu jalur yang harus dilalui masyarakat.

Bagi pelajar SDN 5 Ringdikit, kondisi tersebut menjadi persoalan tersendiri. Sungai yang menjadi jalur vital harus dilalui untuk mencapai sekolah. Kehadiran jembatan kini memberikan akses yang lebih mudah dan aman bagi mereka.

Jembatan tersebut memiliki sejumlah sebutan. Selain Jembatan Garuda, warga mengenalnya sebagai Jembatan Merah Putih maupun Jembatan Perintis/Garuda Merah Putih.

Pembangunan jembatan diprakarsai dan dikerjakan TNI Angkatan Darat melalui Kodam IX/Udayana. Pengerjaan dimulai pada 30 Maret dan rampung pada 3 Agustus 2026.

Dengan selesainya pembangunan, akses masyarakat dari kedua desa tidak lagi bergantung pada jalur penyeberangan sungai. Jembatan juga diharapkan mampu menunjang aktivitas warga, mulai dari kegiatan sosial hingga aktivitas ekonomi.

Masyarakat Desa Lokapaksa dan Desa Ringdikit diminta ikut menjaga serta merawat fasilitas tersebut. Sebab, jembatan dibangun untuk kepentingan bersama dan diharapkan dapat dimanfaatkan dalam jangka panjang.

Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Piek Budyakto mengatakan pembangunan jembatan menjadi bagian dari komitmen TNI AD dalam membantu memperkuat infrastruktur sekaligus membuka kembali akses masyarakat.

"Ini komitmen TNI AD dalam mendukung pembangunan infrastruktur, sekaligus mempercepat pemulihan akses dan mobilitas warga di daerah-daerah," kata Piek.

Kini, perjalanan menuju sekolah yang sebelumnya harus dilakukan dengan menyeberangi sungai dapat ditempuh melalui jembatan. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

 

Editor : Eka Prasetya
Sumber : Radar Buleleng
sungai lokapaksa jembatan seririt buleleng