Veteran Buleleng Minta Monumen Perjuangan Tak Sekadar Jadi Pajangan Sejarah

Eka Prasetya • Dipublikasikan Jumat, 14 Agustus 2026 | 15:35 WIB
TATAP MUKA: Bupati Buleleng, I Nyoman Sutjidra saat tatap muka dengan veteran di Buleleng. (Pemkab Buleleng)
TATAP MUKA: Bupati Buleleng, I Nyoman Sutjidra saat tatap muka dengan veteran di Buleleng. (Pemkab Buleleng)

 

SINGARAJA, RadarBuleleng.id – Monumen perjuangan tidak semestinya hanya menjadi bangunan yang dilewati atau dipandang setiap hari. 

Di balik setiap monumen terdapat cerita tentang pengorbanan, keberanian, bahkan nyawa yang dipertaruhkan untuk mempertahankan kemerdekaan.

Hal itu diungkapkan Ketua Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) Buleleng, Nyoman Punduh saat kegiatan Tatap Muka Veteran dalam rangka memperingati Hari Veteran Nasional ke-77 Tahun 2026, Jumat (14/8/2026).

Punduh mengingatkan generasi muda agar tidak kehilangan hubungan dengan sejarah perjuangan para pendahulu. 

Terlebih di tengah perkembangan teknologi dan derasnya arus globalisasi yang membuat generasi sekarang semakin jauh dari pengalaman langsung para pejuang kemerdekaan.

Menurutnya, berbagai monumen dan tonggak sejarah perjuangan yang ada di Buleleng semestinya dapat dimanfaatkan lebih dari sekadar penanda suatu peristiwa.

Keberadaan monumen tersebut dapat menjadi ruang bagi generasi muda untuk mengenal, mengkaji, sekaligus menghayati bagaimana rakyat Buleleng berjuang pada masa lalu.

Sebab, kemerdekaan yang dinikmati masyarakat saat ini tidak datang begitu saja. Perjuangan merebut dan mempertahankannya membutuhkan keteguhan, keberanian, tekad, serta patriotisme, terutama ketika para pejuang harus menghadapi kekuatan penjajah dengan persenjataan dan kemampuan tempur yang jauh lebih besar.

“Perjuangan tersebut membutuhkan keteguhan, tekad, keberanian, dan patriotisme tinggi dalam menghadapi kekuatan penjajah yang memiliki persenjataan serta kemampuan tempur yang tidak seimbang,” jelas Punduh.

Pengorbanan para pejuang juga tidak berhenti pada mereka yang gugur di medan laga. Ada yang mengalami kecacatan, kehilangan harta benda, hingga harus meninggalkan keluarga. 

Semua itu menjadi bagian dari harga yang harus dibayar untuk mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

Karena itu, Punduh menilai generasi penerus perlu memahami sejarah tersebut secara lebih utuh. Monumen perjuangan yang tersebar di Buleleng dapat menjadi salah satu pintu masuk untuk membangun kesadaran tersebut.

Sementara itu, Bupati Buleleng, I Nyoman Sutjidra mengatakan Hari Veteran Nasional menjadi momentum untuk kembali menanamkan nilai-nilai perjuangan tersebut kepada generasi muda.

Menurutnya, penghormatan kepada veteran tidak cukup dilakukan melalui seremoni tahunan. Perhatian kepada para pejuang dan keluarga mereka juga harus diwujudkan secara berkelanjutan.

“Penghormatan kepada para veteran tidak boleh berhenti pada seremoni, tetapi harus diwujudkan melalui kepedulian berkelanjutan, pelayanan, perhatian sosial, serta penghargaan atas jasa yang telah diberikan kepada bangsa dan negara,” tegasnya. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

 

Editor : Eka Prasetya
Sumber : Radar Buleleng
veteran buleleng monumen