Unik! Bendera Merah Putih Berkibar dari Dasar Laut Pantai Kerobokan

Francelino Junior • Dipublikasikan Selasa, 18 Agustus 2026 | 06:03 WIB
BAWAH AIR: Pengibaran bendera dari bawah air di Pantai Kerobokan, Buleleng. (Pramuka Saka Bahari)
BAWAH AIR: Pengibaran bendera dari bawah air di Pantai Kerobokan, Buleleng. (Pramuka Saka Bahari)

 

SINGARAJA, RadarBuleleng.id – Pengibaran bendera Merah Putih biasanya berlangsung di lapangan, halaman kantor, atau tempat-tempat terbuka lainnya. 

Namun, pemandangan berbeda tersaji di Pantai Kerobokan, Kecamatan Sawan, Buleleng, Senin (17/8/2026) sore.

Dari dasar laut, bendera Merah Putih perlahan muncul hingga mencapai permukaan dan akhirnya berkibar diterpa angin. 

Aksi tersebut disaksikan ratusan masyarakat yang memadati pesisir Pantai Kerobokan untuk merayakan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Pengibaran bendera dilakukan tim dari Pokmaswas Penimbangan Lestari, masyarakat setempat, komunitas penyelam di Buleleng, serta Pramuka Saka Bahari Buleleng.

Mereka berangkat menggunakan delapan perahu nelayan menuju titik penyelaman. Setelah tiba, sejumlah anggota tim turun ke bawah permukaan laut untuk memulai prosesi pengibaran.

Sementara itu, tim lainnya bersiaga di atas permukaan laut. Mereka memberikan aba-aba kepada masyarakat yang berada di daratan. Begitu aba-aba diberikan, masyarakat langsung berdiri dan memberikan hormat.

Perlahan, bendera yang dibawa dari dasar laut naik menuju permukaan. Hingga akhirnya Merah Putih berkibar di tengah laut dan disambut antusias masyarakat.

Perbekel Desa Kerobokan Putu Wisnu Wardana mengatakan, pengibaran bendera dari dasar laut tersebut merupakan kegiatan perdana. 

Selain menjadi bagian dari perayaan kemerdekaan, kegiatan itu juga membawa pesan tentang pentingnya menjaga kelestarian lingkungan pesisir.

”Ini baru pertama kali dilakukan dan berbeda, sekaligus wujud pelestarian alam,” ujar Wisnu.

Konsep pengibaran juga dirancang dengan memadukan simbol angka kemerdekaan Indonesia. Tiang bendera memiliki panjang 17 meter dari dasar laut. 

Kemudian delapan perahu ditempatkan di sekitar tiang. Sementara di kawasan Pantai Kerobokan, sebanyak 45 bendera turut dikibarkan.

Namun, kegiatan bertajuk ”Rilis Merdeka” tersebut tidak sekadar menjadi seremoni peringatan HUT RI. Pengibaran bendera dari dasar laut dimaknai sebagai simbol ”kemerdekaan” Pantai Kerobokan dari sampah plastik dan berbagai aktivitas yang dapat mengganggu ekosistem laut.

Semangat nasionalisme pun dipadukan dengan aksi konservasi lingkungan pesisir. Masyarakat diajak memaknai kemerdekaan bukan hanya sebagai bebas dari penjajahan, tetapi juga sebagai tanggung jawab untuk menjaga alam agar tetap lestari.

Dalam kegiatan tersebut, sebanyak 1.000 tukik penyu lekang (Lepidochelys olivacea) juga dilepasliarkan. Pantai Kerobokan diketahui menjadi salah satu lokasi peneluran penyu jenis tersebut.

Pelepasliaran tukik diharapkan dapat mendukung keberlangsungan populasi penyu sekaligus menjaga Pantai Kerobokan tetap menjadi habitat yang aman bagi penyu untuk bertelur.

Ketua Panitia Rilis Merdeka, Putu Punik Sasmita mengatakan, kegiatan tersebut menjadi pengingat bahwa menjaga lingkungan merupakan bagian dari semangat kemerdekaan.

”Kenapa kami memerdekakan Pantai Kerobokan? Karena ekosistem lautnya sudah kotor. Kami harap lewat kegiatan ini, kesadaran masyarakat terhadap lingkungan semakin tumbuh,” tambah Punik. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

 

Editor : Eka Prasetya
Sumber : Radar Buleleng
Pantai Kerobokan bendera merah putih kemerdekaan pramuka buleleng