SINGARAJA, RadarBuleleng.id – Praktik pedagang yang nekat berjualan memanfaatkan badan jalan di koridor Jalan Diponegoro dan sekitar Pasar Anyar, Singaraja, menjadi sorotan serius Pemkab Buleleng.
Pasalnya, sebagian besar pedagang yang memenuhi bahu jalan tersebut sejatinya sudah mengantongi hak milik atas los maupun kios di dalam area pasar.
Kondisi tersebut terungkap saat Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra bersama Wakil Bupati Gede Supriatna turun langsung melakukan inspeksi di kawasan Pasar Anyar dan Jalan Diponegoro, Jumat (4/9/2026).
Sutjidra mendapati pemandangan ironis. Kios-kios di bagian dalam pasar dibiarkan kosong melompong, sementara para pedagang justru memilih menggelar lapak di badan jalan.
"Ternyata banyak yang berjualan di luar itu sudah memiliki los dan kios di dalam. Kiosnya dibiarkan kosong, tetapi mereka masih memakai badan jalan. Ini yang nanti kita tertibkan," tegas Sutjidra di sela-sela peninjauan.
Pemkab Buleleng menegaskan penataan kawasan ini diawali dengan pendekatan sosialisasi secara humanis.
Langkah ini diambil agar para pedagang memahami pentingnya kerapian dan ketertiban umum di pusat kota.
Bagi pedagang yang belum memiliki lapak di dalam Pasar Anyar, Pemkab Buleleng telah menyiapkan lokasi alternatif di Pasar Banyuasri. Harapannya aktivitas jual beli bisa berjalan lebih baik, tanpa mengorbankan hak pengguna jalan.
"Ini baru awal dari sosialisasi. Pemahaman masyarakat berbeda-beda, jadi perlu diberikan pemahaman secara bertahap. Pedagang yang masih berjualan di badan jalan sebenarnya sudah kami alokasikan tempatnya di Pasar Banyuasri," jelas Bupati Buleleng.
Guna mengantisipasi pedagang yang 'kucing-kucingan' usai ditertibkan, Pemkab Buleleng menerjunkan tim gabungan dari Satpol PP Buleleng, Dinas Perhubungan, dan pengelola pasar untuk melakukan pengawasan ketat setiap hari.
Penertiban lapak di badan jalan menjadi bagian penting dari proyek penataan kawasan Kota Tua Buleleng yang ditargetkan tuntas pada Desember 2026 mendatang.
Selain memindahkan pedagang ke dalam kios, Pemkab Buleleng juga tengah menggarap perbaikan fasilitas pedestrian, perapihan kabel jaringan, serta normalisasi drainase agar kawasan Diponegoro terbebas dari kesan kumuh dan bau tak sedap.
"Nanti setiap hari akan dilakukan pengawasan, khususnya sepanjang jalan ini. Jangan sampai setelah ditertibkan hari ini, besok mereka kembali lagi berjualan di jalan," pungkas Sutjidra. (*)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.
Editor : Eka Prasetya
Sumber : Radar Buleleng