SINGARAJA, RadarBuleleng.id – Pekerjaan revitalisasi Jalan Diponegoro, Singaraja, Kabupaten Buleleng, mulai menunjukkan progres signifikan.
Hingga kini, pemerintah mencatat realisasi pekerjaan telah mencapai 40 persen. Proyek senilai Rp 4,74 miliar tersebut ditargetkan rampung pada akhir Desember 2026.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Kawasan Permukiman (PU-Perkim) Buleleng, I Putu Adiptha Ekaputra mengatakan, seluruh tahapan pekerjaan sudah berjalan.
Saat ini, pemasangan batu andesit dan pengerjaan drainase tengah berlangsung di sepanjang ruas jalan dengan panjang penataan sekitar 258 meter tersebut.
“Progres Diponegoro sudah jalan 40 persen. Semua pekerjaan sudah bergerak. Pemasangan batu andesit sedang jalan, drainase juga sedang dikerjakan,” ujarnya.
Adiptha menjelaskan, setelah pekerjaan utama berjalan, proyek akan dilanjutkan dengan pemasangan lampu penerangan jalan.
Tiang lampu saat ini juga sedang dalam proses pengerjaan. Desain penerangan tersebut akan dibuat seragam dengan lampu di kawasan titik nol Praja Mandala Singa Ambara Raja.
Ia mengakui, pada tahap awal pekerjaan sempat terkesan lambat karena menunggu pengiriman beton pracetak (precast) dari Jawa. Namun, setelah material tiba dan mulai dipasang, progres pekerjaan meningkat.
“Sampai saat ini semua on the track. Kemarin memang terkesan agak lambat karena menunggu pengiriman beton precast dari Jawa,” jelasnya.
Selain penataan permukaan jalan, pembenahan drainase menjadi salah satu perhatian dalam proyek tersebut.
Dinas PU-Perkim telah menghitung elevasi saluran agar aliran air dapat mengarah ke utara, menuju saluran pembuangan di kawasan Pelabuhan Tua Buleleng.
Menurut Adiptha, terdapat perbedaan ketinggian sekitar 2,5 meter dari ujung selatan Jalan Diponegoro hingga saluran pembuangan di bagian utara. Karena itu, elevasi drainase telah diatur agar air tetap mengalir sesuai arah pembuangan.
“Jadi kami sudah atur elevasinya, supaya air tetap mengalir ke utara,” katanya.
Dimensi drainase juga diperbesar untuk mendukung kapasitas aliran air. Jika sebelumnya memiliki lebar sekitar 80 sentimeter, kini saluran dirancang dengan lebar dan kedalaman masing-masing satu meter.
Pemkab Buleleng menargetkan revitalisasi Jalan Diponegoro dapat diselesaikan sesuai jadwal pada akhir Desember 2026. Proyek ini dikerjakan oleh CV Cadudasa Pratama dengan nilai kontrak Rp 4,74 miliar. (*)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.
Editor : Eka Prasetya
Sumber : Radar Buleleng