Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Koster Santai Hadapi Bully. Pilih Kerja Ketimbang Ribut di Medsos

FE

 

BICARA BULLY: Gubernur Bali, Wayan Koster saat acara ground breaking shortcut Singaraja-Mengwitani. Dalam acara itu dia juga sempat menyinggung soal bully.
BICARA BULLY: Gubernur Bali, Wayan Koster saat acara ground breaking shortcut Singaraja-Mengwitani. Dalam acara itu dia juga sempat menyinggung soal bully.

SINGARAJA, RadarBuleleng.id – Gubernur Bali, Wayan Koster angkat bicara soal fenomena bully di media sosial (medsos) yang kerap diarahkan kepadanya sebagai kepala daerah. 


Advertisement

Curhatan tersebut disampaikan Koster saat menghadiri acara ground breaking pembangunan shortcut titik 9–10 Singaraja–Mengwitani di Desa Gitgit, Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng, Bali, pada Rabu (7/1/2026).

Awalnya Koster bicara terkait dengan dampak pariwisata di Bali. Pariwisata tidak hanya memberikan dampak positif, tapi juga dampak negatif.

Menurutnya dampak negatif yang harus segera diselesaikan adalah persoalan kemacetan. Sebab bila kemacetan tidak diselesaikan, maka citra pariwisata Bali akan terus merosot.

Advertisement

Karena itu, ia memilih fokus bekerja ketimbang meladeni hiruk-pikuk komentar di media sosial.

“Karena kalau macet tidak terselesaikan, pariwisata Bali akan merosot terus,” ujarnya.

Advertisement

Ia mengakui, dalam proses menjalankan kebijakan dan pembangunan, selalu ada pihak-pihak yang tidak sepakat dan melontarkan kritik, bahkan bully. 

Namun menurutnya, hal tersebut merupakan risiko yang tidak terpisahkan dari posisi seorang pemimpin.

“Kalau masih ada yang ribut, kita sabar saja. Tugas kita adalah bekerja, bukan bicara di medsos. Di-bully itu risiko seorang pemimpin,” tegasnya.

Koster menyebut, bully merupakan bagian dari dinamika kepemimpinan sekaligus cara untuk menguji ketahanan mental. 

Ia menilai, jika seorang pemimpin terlalu larut meladeni bully, maka fokus kinerja justru akan terganggu.

“Itu dinamika, cara menguji ketahanan mental kita. Kalau itu diladeni, kita nggak bisa kerja. Kalau saya sih nyaman saja, yang penting kerja saja,” kata pria asal Desa Sembiran, Buleleng itu.

Secara terbuka, Koster bahkan mengaku menikmati bully yang dialamatkan kepadanya. Baginya, kritik keras justru menjadi penanda bahwa ruang demokrasi masih hidup.

“Saya sangat menikmati bully itu, karena kalau nggak ada bully sepi dunia. Kalau dunia sepi, kita tidak tahu mana yang baik dan buruk. Kita bersyukur ada yang begitu,” ucapnya.

Koster pun secara terbuka menyatakan bila dirinya siap menerima bully dari berbagai pihak. Jika dengan membully dirinya seseorang merasa bahagia, maka ia tidak akan melarang.

“Saya sudah menegaskan dalam beberapa kesempatan, kalau dengan cara membully dia bahagia, beri kesempatan membully seluas-luasnya. Biar semakin bahagia,” ujarnya.

Menurut Koster, kemuliaan tertinggi seorang pemimpin adalah mampu membuat orang lain merasa bahagia, apapun caranya. Termasuk dengan menerima bullying.

“Karena kemuliaan tertinggi adalah membuat orang bahagia. Jadi bully sepuas-puasnya dan saya siap menampung,” tandasnya. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

Advertisement

Artikel Terkait

Wow! Pemprov Kaltim Siapkan Anggaran Rp 450 Juta untuk Cuci Baju Gubernur? Ini Penjelasan Pemprov

Wow! Pemprov Kaltim Siapkan Anggaran Rp 450 Juta untuk Cuci Baju Gubernur? Ini Penjelasan Pemprov

Anggaran Rp 450 juta untuk cuci baju gubernur Kaltim jadi sorotan. Pemprov tegaskan digunakan untuk operasional rumah jabatan.

Harga Rumah di Bali Naik, Dipicu Peningkatan Harga Bahan Bangunan

Harga Rumah di Bali Naik, Dipicu Peningkatan Harga Bahan Bangunan

Harga properti residensial Bali naik 1,02 persen pada triwulan II 2026. Rumah menengah mencatat kenaikan tertinggi sebesar 1,52 persen secara tahunan.

Koster Sebut Buleleng Punya ‘Rezeki’ Sendiri, Gerokgak Disiapkan Jadi Kawasan Ekonomi Pariwisata

Koster Sebut Buleleng Punya ‘Rezeki’ Sendiri, Gerokgak Disiapkan Jadi Kawasan Ekonomi Pariwisata

Gubernur Bali Wayan Koster menyebut Buleleng punya potensi berbeda dari barat hingga timur. Gerokgak disiapkan sebagai kawasan ekonomi pariwisata.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer