Anggaran Pendidikan dan Infrastruktur Bali Menyusut, DPRD Bali Cecar Eksekutif

RadarBuleleng.id – Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) Provinsi Bali Tahun Anggaran 2027 menuai kritik tajam dari jajaran legislatif.
Pasalnya, sejumlah pos krusial mulai dari sektor pendidikan, pembangunan jalan, hingga jaringan irigasi mengalami pemangkasan anggaran yang cukup signifikan.
Sorotan tajam tersebut mengemuka dalam Rapat Paripurna DPRD Bali, Senin (26/10/2026), saat pembacaan pandangan umum fraksi-fraksi dewan.
Wakil Ketua Fraksi Nasdem-Demokrat, I Komang Wirawan, secara khusus menyoroti anjloknya pagu anggaran di Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Bali.
Anggaran pendidikan tercatat merosot hingga Rp 601 miliar—dari Rp1,9 triliun pada APBD 2026 menjadi Rp1,3 triliun di RAPBD 2027.
Meski secara persentase alokasi tersebut masih berada di angka 21,68 persen (melampaui batas minimal 20 persen sesuai ketentuan), Wirawan mempertanyakan alasan efisiensi yang diklaim pemerintah daerah.
Menurutnya, jika pemangkasan ini murni hasil evaluasi, seharusnya penyesuaian anggaran sudah dilakukan sejak Perubahan APBD sebelumnya.
”Berarti ada pembiaran terjadinya kebocoran yang berakibat terjadinya defisit anggaran yang harus ditutup dengan pinjaman daerah,” sentil Wirawan.
Tak hanya sektor pendidikan, pemangkasan anggaran juga menghantam pos belanja modal infrastruktur jalan, jaringan, dan irigasi yang hanya dialokasikan sebesar Rp 79,62 miliar.



