Proyek PSEL Disebut jadi Solusi Sampah di Bali, Progress Baru Jalan 24 Persen

RadarBuleleng.id – Komisi III DPRD Bali melakukan inspeksi mendadak ke proyek pembangunan fasilitas Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) Denpasar Raya di Desa Pedungan, Denpasar Selatan.
Sidak tersebut dilakukan guna memastikan proyek strategis daerah tersebut berjalan sesuai timeline dan spesifikasi proyek.
Sidak dipimpin Ketua Komisi III DPRD Bali, I Nyoman Suyasa. Dewan mendorong percepatan pengerjaan mengingat PSEL digadang-gadang mengubah penanganan sampah modern sekaligus penghasil energi baru terbarukan (EBT) di Bali.
Berdasarkan hasil peninjauan di lokasi proyek yang dikelola oleh PT Weiming Nusantara Bali New Energy pada Senin (2/11/2026), progres pengerjaan fisik PSEL saat ini baru menyentuh angka 24 persen.
”Komisi III sangat optimistis bahwa proyek percontohan PSEL ini akan mampu menanggulangi permasalahan sampah yang selama ini menjadi krusial di Bali,” ujar politisi Partai Gerindra tersebut.
Saat berada di lapangan, rombongan legislatif menerima pemaparan teknis terkait tahapan pengerjaan fisik yang tengah berjalan, mencakup pematangan kawasan, penyiapan struktur utama, hingga pemasangan fondasi bangunan.
Suyasa menggarisbawahi bahwa kendati persentase 24 persen terbilang positif untuk tahap awal, pengembang wajib sesuai jadwal.
Terlebih, kompleksitas teknis PSEL membutuhkan presisi tinggi agar tidak timbul kendala teknis saat beroperasi kelak.
Faktor cuaca menyusul masuknya musim hujan juga disorot tajam, terutama pada tahap vital pemasangan fondasi berbasis bore pile yang rentan terganggu genangan air.



