Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Pengusaha Ukraina Klaim Diperas Rp 3,2 Miliar, Diduga Otaki Pengancaman Sesama WNA di Bali

Andre Sulla • Rabu, 26 Februari 2025 | 00:05 WIB
Empat orang tidak dikenal diduga melakukan pidana pengancaman disertai kekerasan terhadap lelaki Rusia, M Mikhail.
Empat orang tidak dikenal diduga melakukan pidana pengancaman disertai kekerasan terhadap lelaki Rusia, M Mikhail.

DENPASAR, Radarbuleleng.jawapos.com- Pengusaha Ukraina atas nama Igor Iermakov, 48, diduga akan mendapatkan ganjaran hukum di Indonesia.

Ia akan dilaporkan oleh lelaki Rusia bernama Khasan Askhabov, 30, korban salah tangkap oleh Polda Bali. 

Hal ini akibat dugaan skenario busuk dan kesaksian palsu yang menuduh Khasan terlibat dalam tindak pidana kekerasan terhadap orang dan pemerasan aset kripto miliknya senilai Rp 3,2 miliar.

Namun, untuk mengungkap fakta sebenarnya, empat orang misterius yang diduga suruhan Igor Iermakov dipolisikan terlebih dahulu, Jumat 21 Februari 2025.

Terkait tindak pidana pengancaman disertai kekerasan terhadap teman akrab Khasan, yakni M Mikhail, yang telah terjadi di salah satu villa yang terletak di Pantai Batu Mejan, Canggu, Kuta Utara, Badung, Bali. 

Untuk diketahui, Dimitri, yang diberi kuasa oleh korban Mikhail, menyatakan laporannya diterima Polres Badung dalam bentuk Pengaduan Masyarakat (Dumas).

Pengaduannya disertai bukti petunjuk berupa rekaman CCTV saat kejadian, Kamis, 30 Januari 2025.

Ketakutan dan syok atas ulah orang-orang yang mengaku suruhan Igor, M Mikhail bersama ibunya terpaksa meninggalkan villa dan keluar dari Bali karena pesan yang disampaikan Igor melalui mereka sangat mengerikan. 

Bahwa, jika tidak keluar dari Bali, diduga Igor akan membawa M Mikhail ke tempat berbahaya. Karena itu, jika aduan ini naik menjadi laporan polisi, Mikhail akan berstatus sebagai pelapor.

"Empat orang suruhan Igor diadukan terkait tindak pidana pengancaman dan kekerasan. Ada bukti rekaman CCTV," beber pengadu bernama Dimitri.

Karena itu, kuat dugaan Igor ini mafia berkedok korban. Sebab, Igor mengaitkan Mikhael. 

Diduga Mikhael tahu secara jelas aktivitas Khasan Askhabov selama di Bali, tidak seperti tuduhan Igor bahwa Khasan terlibat dalam peristiwa pada 15 Desember 2024 di Jalan Tundun Penyu, Desa Ungasan, Kuta Selatan, Badung, Bali.

Hasil pemeriksaan, ia tidak terbukti karena data perlintasan orang asing yang dicatat Imigrasi Ngurah Rai menunjukkan Khasan Askhabov masuk ke Bali 25 Januari 2025. 

Dan tertera jelas dalam BAP, Khasan datang ke Indonesia dan tiba dalam rangka liburan di Bali sekitar pukul 16.00 Wita, sekaligus bertemu Mikhael yang merupakan teman bisnisnya.

Yakni, bisnis di bidang usaha clothing dengan usaha ritel pakaian yang diproduksi di Cina dan mereka pasarkan ke seluruh dunia selaku distributor.

"Mikhail menjemputnya di Bandara Ngurah Rai, menggunakan mobil Toyota Alphard," tambahnya.

Saat keliling, mobil yang ditumpangi keduanya dikawal polisi lalu lintas yang telah disiapkan oleh Mikhail. 

Keduanya selalu bersama, baik pergi ke restoran, bermain jetski, maupun minum di beach club. Hingga aktivitas 29 Januari 2024, mereka terpantau dalam pengawalan polisi saat jalan-jalan.

Khasan sempat menikmati pemandangan Bali menggunakan wisata helikopter dan mendarat kurang lebih dua jam di langit wilayah Ungasan, Nusa Penida, dan kembali ke helipad Play Bali Beraban. 

Ketika hendak pulang, Mikhail ditahan di bandara pada 30 Januari 2025 sekitar pukul 16.00 Wita.

Kemudian dibawa ke Polda Bali untuk diperiksa sebagai saksi. Diduga karena memiliki hubungan baik dengan Khasan, sehingga kuat dugaan lelaki Rusia ini perlu mendapatkan pelajaran dari Igor juga.

Seperti dalam bukti rekaman video CCTV, terdapat dua pasangan datang ke villa yang ditempati Mikhail dengan gerak-gerik mencurigakan. 

“Pertama, sepasang orang tua berperawakan turis Asia dan sepasang lagi berperawakan Eropa. Seperti itu. Pengancaman disertai kekerasan dialami Mikhail. Karena itu, polisi perlu mengungkap motifnya terlebih dahulu,” kata pelapor.

Potongan video CCTV memperlihatkan dua pasangan diduga melakukan pengancaman disertai kekerasan itu muncul di media sosial (medsos) radarbali.jawapos.com, membuat Igor melalui Muammar Hafidz, yang mengaku sebagai asisten pribadi, angkat bicara. 

Bahwa pihaknya diberitahukan oleh Polda Bali terkait adanya video yang menyebut nama Igor.

"Ya, kami tahu berita ini dari polisi. Bahkan Polda Bali sudah melakukan pengecekan ke jajaran dan tidak terdata adanya laporan tersebut," ujarnya via telepon Minggu malam (23/2/2025).

Karena itu, melalui asistennya, Igor mempertanyakan kebenaran dan dasar pemberitaan tersebut.

Mendapatkan jawaban terkait adanya laporan pengaduan di Polres Badung, Hafidz menyatakan, silahkan diusut.

"Silakan diusut. Igor membantah tidak pernah menyuruh orang melakukan hal itu. Igor tidak takut dan siap menghadapi konsekuensinya," tambahnya.

Dikatakan, kasus kriminal yang menimpa Igor telah diketahui Presiden RI dan Mabes Polri.

Densus 88 telah turun tangan karena apa yang menimpa Igor merupakan kejahatan internasional di Bali, sebab Polda Bali kesulitan mengungkapnya.

"Ya, ini melibatkan oknum-oknum di Indonesia dan terorganisir. Korban bukan hanya Igor saja," timpalnya. Muammar menyatakan, Askhabov dilepas bukan karena tidak terlibat.

Tetapi penyidik Polda Bali hanya fokus pada peristiwa penculikan dan pemerasan pada 15 Desember saja, tidak menyelidiki kasus-kasus sebelumnya.

Katanya, Khasan ikut dalam percobaan penculikan Igor 30 September 2024.

Khasan sempat diperiksa Polsek Kuta Utara 3 Oktober 2024 terkait perampokan di villa kawasan Kuta Utara. Tidak ada bukti permulaan yang cukup sehingga dilepas.

"Aksi komplotan ini memakan korban di Bali setiap bulan," kilah asisten Igor.

Walaupun Askhabov tidak berada di Indonesia saat kejadian di Ungasan 15 Desember 2024, dia merupakan pentolan komplotan tersebut.

Terlibat dalam penculikan lain, salah satunya di Thailand. Akibatnya, ia di-banned dari MMA bersama saudara kandungnya.

Disinggung terkait Khasan Askhabov yang bakal menuntut Igor Iermakov secara hukum di Indonesia karena fitnah, membuat perasaan tidak nyaman, memberikan kesaksian palsu, dan pencemaran nama baik, asisten membantah tuduhan itu.

"Silakan. Tentunya, Igor tidak memfitnah, tidak memberikan keterangan palsu, tidak melakukan pencemaran nama baik, dan sebagainya. Igor akan menghadapi," pungkasnya.***

 

Editor : Donny Tabelak
#pemerasan #wna rusia #pengancaman #polda bali #ukraina