Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Anak Agung Gde Agung Dinobatkan jadi Raja Mengwi. Ribuan Warga Iringi Prosesi Sakral

Marsellus Pampur • Selasa, 8 Juli 2025 | 00:37 WIB

 

PENOBATAN: Suasana penobatan Anak Agung Gde Agung sebagai Raja Mengwi dengan gelar Ida Cokorda Mengwi XIII.
PENOBATAN: Suasana penobatan Anak Agung Gde Agung sebagai Raja Mengwi dengan gelar Ida Cokorda Mengwi XIII.

RadarBuleleng.id – Suasana khidmat menyelimuti pelataran Pura Taman Ayun, Mengwi, Badung, Senin (7/7/2025). 

Pagi  itu berlangsung upacara penobatan Penglingsir Puri Mengwi, Anak Agung Gde Agung menjadi Raja Mengwi. Setelah dinobatkan menjadi raja, dia akan menyandang gelar Ida Cokorda Mengwi XIII.

Ia menggantikan sang ayah, Ida Cokorda Mengwi XII yang mangkat pada tahun 2001 silam. Setelah 24 tahun terjadi kekosongan, Gde Agung akhirnya resmi diangkat sebagai raja.

Prosesi Bhiseka dipuput oleh 11 orang sulinggih. Proses dipimpin oleh Bagawanta Puri Ageng Mengwi, Ida Pedanda Gede Putra Pemaron dan Ida Pedanda Gede Putra Kekeran. 

Pada momen tersebut, Gde Agung mendapat gelar baru sebagai Ida Cokorda Mengwi XIII, sementara sang istri mendapat gelar Ida Istri Mengwi.

Upacara sakral ini turut dihadiri sejumlah tokoh penting, termasuk Ketua DPD RI, Sultan Bachtiar Najamudin, dan Gubernur DIY sekaligus Sultan Yogyakarta, Sri Sultan Hamengkubuwono X.  Turut didampingi permaisuri, Gusti Kanjeng Ratu, serta Putri Mahkota GKR Mangkubumi.

Selain Sri Sultan, tokoh Bali seperti mantan Gubernur I Made Mangku Pastika turut memberikan apresiasi. Ia menyebut Ida Cokorda Mengwi XIII sebagai pribadi yang layak dijadikan teladan.

“Beliau benar-benar menjaga tutur kata dan perilaku. Sosok yang layak menjadi panutan,” kata Mangku Pastika yang sempat menjadi rekan sejawat Gde Agung di DPD RI.

Gubernur Bali Wayan Koster, Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta dan Wakil Bupati I Ketut Suiasa juga hadir mengikuti rangkaian penobatan yang berlangsung hingga sekitar pukul 13.00 WITA. 

Usai upacara, Ida Cokorda Mengwi XIII dan Ida Istri Mengwi berjalan kaki menuju Puri Ageng Mengwi yang berjarak ratusan meter dari pura. Mereka diiringi ribuan masyarakat yang memadati jalan dengan bentangan kain putih sebagai alas langkah mereka.

Ida Cokorda Mengwi XIII merupakan putra tunggal Ida Cokorda Mengwi XII dan Ida Cokorda Istri, putri Raja Karangasem. Lahir pada 25 Mei 1949, usianya kini menginjak 76 tahun. 

Dalam perjalanan hidupnya, ia telah menapaki berbagai jalur pengabdian. Mulai dari Pegawai Negeri Sipil (PNS), notaris, menjabat Bupati Badung dua periode pada 2005 hingga 2015.

Pada Pemilu 2019, ia terpilih menjadi anggota DPD RI. Namun, menjelang Pemilu 2024, ia memilih mundur setelah dinyatakan lolos verifikasi sebagai bakal calon. 

Saat itu ia beralasan mengundurkan diri demi fokus menjalankan swadarma sebagai Penglingsir Puri Ageng Mengwi.

Keinginan menjadikan Anak Agung Gde Agung sebagai Ida Cokorda Mengwi XIII telah lama disuarakan oleh keluarga besar puri dan masyarakat adat. Usulan mengemuka sejak Paruman Asta Puri pada 15 Januari 2023 di Puri Saren Kauh Kamasan. 

Usul serupa kembali menguat dalam Paruman Semeton Puri, 13 Agustus 2024, yang menyatukan suara semua anggota keluarga puri.

Tak hanya semeton, dukungan juga datang dari 38 desa adat se-Kecamatan Mengwi yang tergabung dalam Mangu Kerta Mandala. Forum ini memiliki peranan menjaga warisan adat, budaya, dan agama di wilayah Mengwi.

Hampir setahun menimbang-nimbang, ia akhirnya amanah sebagai Raja Mengwi. “Sebagai orang yang lahir di Puri, pengabdian saya kepada leluhur, masyarakat, dan budaya adalah bentuk ngayah yang ingin saya tingkatkan,” ujarnya di Puri Ageng Mengwi.

Dalam pernyataannya, Ida Cokorda Mengwi menegaskan peran puri sebagai pusat budaya yang tak boleh tertinggal oleh zaman. 

“Ini adalah bagian dari pelestarian budaya. Puri harus tetap menjadi penjaga nilai-nilai luhur,” tegasnya.

Berikut daftar Raja Mengwi dari masa ke masa:

- Ida Cokorda Sakti Blambangan masa pemerintahan 1690-1722 Masehi.

- Ida Cokorda Agung Made Alangkajeng masa pemerintahan 1722-1740 Masehi.

- Ida Cokorda Agung Nyoman Munggu masa pemerintahan 1740-1743 Masehi. 

- Ida Cokorda Agung Putu Mayun masa pemerintahan 1743-1745 Masehi.

- Ida Cokorda Agung Made Agung Munggu masa pemerintahan 1745-1760 Masehi

- Ida Cokorda Putu Agung masa pemerintahan 1775-1780 Masehi diawali masa perwalian pada 1760-1775 Masehi. 

- Ida Cokorda Agung Made Agung (Dewata Ngeluhur) masa pemerintahan 1780-1811 Masehi.

- Ida Cokorda Ngurah Made Agung (Dewata Suradana) masa pemerintahan 1811-1836 Masehi.

- Ida Cokorda Agung Ketut Besaih masa pemerintahan 1857-1859 Masehi diawali masa perwalian pada 1836-1857 Masehi.

- Ida Cokorda Ngurah Made Agung dan Cokorda Istri Agung Mayun masa pemerintahan 1859-1891 Masehi.

- Ida Cokorda Tirta masa pemerintahan 1911-1939 Masehi.

- Ida Cokorda Punggawa dan Ida Cokorda Istri Karang masa pemerintahan 1946-2001 Masehi. 

- Ida Cokorda Mengwi XIII dan Ida Cokorda Istri Mengwi resmi sejak 7 Juli 2025.

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

Editor : Eka Prasetya
#mengwi #puri #Taman Ayu #Puta Ahok #bupati badung #raja #dpd ri #sri sultan #pemilu #penobatan #cokorda #raja mengwi #penglingsir