RadarBuleleng.id - Suasana di Bali disebut masih siaga akibat dampak demo ricuh yang terjadi pada Sabtu (29/8/2025).
Meski begitu, DPRD Denpasar tetap menggelar sidang paripurna kemarin (2/9/2025). Sidang tersebut berlangsung dengan pengamanan ketat.
Sebanyak 70 pecalang dari desa adat se-Kota Denpasar dikerahkan untuk menjaga kantor dewan.
Mereka melengkapi penjagaan di DPRD yang sebelumnya sudah dilakukan oleh satpam dan Pol PP.
Para pecalang berjaga secara bergiliran sejak 1 September, sehari setelah kericuhan demo pada 30 Agustus lalu.
Baca Juga: Polisi Ringkus Pengedar asal Tamblang Buleleng. Ngaku Dapat Barang dari Mengwi
Uniknya, mereka melaksanakan tugas tanpa menerima gaji maupun insentif.
Ketua Pecalang Denpasar, I Made Mendra, mengatakan pengamanan dilakukan atas permintaan langsung dari Walikota Denpasar.
“Kami berjaga dari jam 8 pagi sampai sidang selesai. Kemarin ada 20 orang, sekarang 10 orang yang standby,” ujarnya.
Pecalang yang terlibat merupakan perwakilan dari 35 desa adat. Masing-masing desa menurunkan dua orang perwakilan, sehingga total ada 70 pecalang yang bertugas secara bergiliran.
“Kami jalankan sesuai permintaan Walikota, karena situasi masih rawan setelah aksi kemarin,” tambahnya.
Selain pecalang, pengamanan juga melibatkan personel Satpol PP, Dinas Perhubungan, hingga unsur TNI dari Koramil.
Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa, mengapresiasi dedikasi pecalang. Menurutnya, mereka menjaga keamanan tanpa bayaran dari pemerintah kota.
“Kami sedang pikirkan pola pemberian insentif. Selama ini mereka bergerak atas dasar gotong royong untuk menjaga suasana tetap kondusif,” tegasnya. (*)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.
Editor : Eka Prasetya