RadarBuleleng.id – Arus balik Lebaran di Pelabuhan Gilimanuk mulai meningkat dalam beberapa hari terakhir.
Pantauan di lapangan, pada Rabu (25/3/2026), menunjukkan lalu lintas kendaraan yang masuk maupun keluar Bali terpantau padat, dengan dominasi kendaraan yang masuk ke Pulau Dewata.
Kepadatan didominasi sepeda motor dan mobil pribadi. Meski volume kendaraan meningkat, arus lalu lintas di kawasan pelabuhan masih terbilang lancar. Tidak terlihat antrean panjang seperti saat puncak arus mudik beberapa hari sebelumnya.
Manajer Usaha PT ASDP Indonesia Ferry Pelabuhan Gilimanuk, Didi Juliansyah, mengatakan peningkatan arus balik memang sudah mulai terasa. Namun, pergerakan kendaraan masih terkendali tanpa penumpukan signifikan.
”Arus balik yang masuk Bali dari Ketapang mengalir,” ungkapnya.
Ia menambahkan, lonjakan arus diperkirakan mencapai puncak pada akhir pekan ini, mulai Jumat (27/3/2026) hingga Minggu (29/3/2026), seiring berakhirnya masa libur Lebaran dan aktivitas sekolah yang kembali normal awal pekan depan.
Untuk mengantisipasi lonjakan tersebut, pihak ASDP bersama instansi terkait terus melakukan pengawasan dan pengaturan operasional guna menjaga kelancaran arus kendaraan.
Berdasarkan data produksi penyeberangan Ketapang–Gilimanuk selama 24 jam pada Selasa (24/3/2026), tercatat sebanyak 50.803 orang masuk Bali.
Jumlah kendaraan mencapai 14.831 unit, terdiri dari 8.779 sepeda motor, 4.936 mobil, 787 truk, dan 329 bus.
Sebaliknya, arus keluar Bali tercatat sebanyak 31.419 orang dengan total 7.141 kendaraan, meliputi 2.297 sepeda motor, 3.779 mobil, 756 truk, dan 309 bus.
Di sisi lain, Polres Jembrana memperketat pengamanan di pintu masuk Bali. Pemeriksaan dilakukan terhadap kendaraan, penumpang, hingga barang bawaan yang melintas di jalur penyeberangan.
Untuk meningkatkan keamanan, polisi juga mengerahkan unit anjing pelacak (K-9) dari Satuan Brimob Polda Bali. Pengawasan dipusatkan di Pos 2 Pelabuhan Gilimanuk, guna mengantisipasi potensi masuknya barang berbahaya seperti narkotika maupun bahan peledak.
Kapolres Jembrana, AKBP Kadek Citra Dewi Suparwati, menegaskan langkah tersebut sebagai upaya menjaga keamanan di tengah meningkatnya mobilitas masyarakat.
”Volume kendaraan dan penumpang meningkat signifikan. Kami perlu memastikan Bali tetap aman dengan pemeriksaan yang lebih intensif, termasuk potensi masuknya narkotika maupun bahan peledak,” tegasnya.
Terpisah, Kapolsek Kawasan Pelabuhan Gilimanuk, Kompol Arya Agung Arjana Putra, menambahkan sebanyak 16 personel disiagakan di titik vital pintu masuk Bali. Pemeriksaan juga didukung peralatan seperti metal detector dan mirror detector.
”Anjing pelacak untuk mendeteksi ancaman yang tidak tertangkap oleh mata manusia. Ini untuk memastikan setiap kendaraan dan penumpang yang masuk Bali benar-benar aman,” ujarnya. (*)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.
Editor : Eka Prasetya