Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Pegiat Lingkungan di Buleleng Tanam Ribuan Pohon Langka

Eka Prasetya
Penulis: Eka Prasetya❯
TANAM POHON: Aksi penanaman pohon langka jenis kayu tulak yang ditanam di wilayah Desa Dencarik, Kabupaten Buleleng.
TANAM POHON: Aksi penanaman pohon langka jenis kayu tulak yang ditanam di wilayah Desa Dencarik, Kabupaten Buleleng.

BANJAR, RadarBuleleng.id - Para pegiat lingkungan di Kabupaten Buleleng, Bali, melakukan aksi penanaman ribuan bibit pohon langka.


Advertisement

Total ada 2.000 bibit pohon yang ditanam. Ribuan bibit pohon tersebut terdiri atas kategori pohon langka, pohon obat, hingga pohon buah.

Bibit pohon tersebut ditanam di sebidang lahan seluas 2,5 hektare di Desa Dencarik, Kecamatan Banjar, yang kini dimanfaatkan sebagai Padepokan Dencarik. Aksi penanaman dilakukan pada Kamis (27/11/2025) siang.

Adapun bibit tersebut terdiri atas tulak, sisih, tengguli, piling, majegau, nagasari, genitri, kepel, dan lerak.

Advertisement

Selain itu ada pula pohon beringin, nagasari, cempaka, pohon bodhi atau ancak, maupun beberapa tanaman buah.

Ketua Yayasan Abdi Bumi, I Made Iwan Dewantama mengungkapkan, aksi penanaman itu sengaja dilakukan sebagai upaya pelestarian tanaman langka.

Advertisement

Pihaknya pun mengajukan dukungan dari LinkNet dan Pertamina untuk mendapatkan bantuan bibit.

“Saya ingin memastikan tanaman yang dulu pernah dikenal para tetua, bisa dikenal sampai anak cucu kita nanti,” ungkapnya.

Iwan mengaku sengaja menggunakan lahan milik padepokan untuk menanam. Sehingga anak-anak di sekitar Desa Dencarik hingga Temukus bisa menggunakan padepokan itu untuk mengenali tanaman.

Lebih lanjut Iwan mengatakan, untuk mendapat bibit tanaman langka bukan hal mudah. Ia mendapat suplai dari Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (BPDAS) Unda Anyar.

Beberapa bibit lain ia dapatkan dari Desa Tigawasa, Buleleng. “Di Tigawasa hutan mereka terawat dan memang ada tanaman-tanaman langka yang dijaga betul oleh masyarakat,” jelasnya.

Ia berharap kelak tanaman-tanaman yang tumbuh bukan hanya menjadi pengetahuan, tapi juga bisa menjadi obat tradisional.

“Karena penanamannya kami sesuaikan dengan konsep Dewata Nawa Sanga. Jadi posisi penanaman tiap pohon harus disesuaikan, tidak bisa sembarangan,” demikian Iwan. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

Advertisement

Artikel Terkait

Harga Rumah di Bali Naik, Dipicu Peningkatan Harga Bahan Bangunan

Harga Rumah di Bali Naik, Dipicu Peningkatan Harga Bahan Bangunan

Harga properti residensial Bali naik 1,02 persen pada triwulan II 2026. Rumah menengah mencatat kenaikan tertinggi sebesar 1,52 persen secara tahunan.

Koster Sebut Buleleng Punya ‘Rezeki’ Sendiri, Gerokgak Disiapkan Jadi Kawasan Ekonomi Pariwisata

Koster Sebut Buleleng Punya ‘Rezeki’ Sendiri, Gerokgak Disiapkan Jadi Kawasan Ekonomi Pariwisata

Gubernur Bali Wayan Koster menyebut Buleleng punya potensi berbeda dari barat hingga timur. Gerokgak disiapkan sebagai kawasan ekonomi pariwisata.

Seorang Pria di Bali Diduga Kerap Lecehkan Pengendara Perempuan. Polisi Ungkap Sudah 10 Kali Beraksi

Seorang Pria di Bali Diduga Kerap Lecehkan Pengendara Perempuan. Polisi Ungkap Sudah 10 Kali Beraksi

Pria berinisial IWCA, 25, diamankan warga di Abiansemal setelah diduga melecehkan pengendara perempuan. Polisi mendalami pengakuannya yang disebut pernah beraksi 10 kali.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer