Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Ratusan Keluarga Miskin di Buleleng Dapat Bantuan Jamban

Eka Prasetya
Penulis: Eka Prasetya❯

 

JAMBAN: Tim dari Dinas PU Buleleng mengecek bantuan jamban yang diberikan kepada masyarakat miskin di Buleleng.
JAMBAN: Tim dari Dinas PU Buleleng mengecek bantuan jamban yang diberikan kepada masyarakat miskin di Buleleng.

SINGARAJA, RadarBuleleng.id - Sebanyak 200 kepala keluarga (KK) dari kalangan miskin ekstrem di Buleleng kini memiliki fasilitas sanitasi berupa jamban. 


Advertisement

Bantuan tersebut diberikan melalui program Sanitasi Berbasis Masyarakat (Sanimas) yang diinisiasi oleh pemerintah pusat. 

Setiap unit terdiri atas kamar mandi dengan bilik tertutup lengkap dengan septic tank.

Pembangunan fasilitas sanitasi ini dilakukan secara swadaya sejak pertengahan tahun 2024. 

Advertisement

Sepuluh desa di wilayah Buleleng menjadi sasaran program ini, dengan alokasi anggaran Rp 350 juta per desa. 

Desa-desa tersebut meliputi Desa Dencarik, Kaliasem, Temukus, Tigawasa di Kecamatan Banjar; Desa Sepang di Kecamatan Busungbiu; Desa Lokapaksa di Kecamatan Seririt; serta Desa Les, Penuktukan, Sambirenteng, dan Tejakula di Kecamatan Tejakula.

Seluruh proyek pembangunan selesai pada awal Desember 2024 dan telah diserahterimakan kepada warga sasaran. Kini, jamban tersebut sudah dapat dimanfaatkan oleh penerima bantuan.

Advertisement

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Buleleng, I Putu Adiptha Eka Putra, menyebutkan bahwa program ini bertujuan untuk meningkatkan akses sanitasi sekaligus memperbaiki kebersihan dan kesehatan lingkungan. 

"Sasaran utamanya adalah masyarakat miskin ekstrem dan keluarga dengan risiko stunting. Desa yang dipilih adalah yang mayoritas warganya belum memiliki jamban, namun sudah tersedia jaringan air bersih,” jelas Adiptha saat dikonfirmasi pada Senin (16/12/2024).

Meski program ini berhasil memenuhi kebutuhan 200 KK, Adiptha mengakui bahwa masih banyak warga di Buleleng yang membutuhkan fasilitas sanitasi serupa. 

Pendataan jumlah keluarga yang belum memiliki jamban terus berubah seiring pertumbuhan penduduk dan pembentukan keluarga baru setiap tahun.

Dinas PUTR Buleleng pun terus mengajukan anggaran kepada pemerintah pusat untuk melanjutkan program ini. 

"Kami rutin mengajukan bantuan setiap tahun. Untuk 2025, kami juga sudah mengajukan, tetapi masih menunggu berapa anggaran yang disetujui,” ungkap Adiptha. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

Advertisement
Editor : Eka Prasetya
Sumber : Radar Buleleng

Artikel Terkait

Revitalisasi Jalan Diponegoro Singaraja Dikebut. Saluran Drainase Diperlebar

Revitalisasi Jalan Diponegoro Singaraja Dikebut. Saluran Drainase Diperlebar

Revitalisasi Jalan Diponegoro Singaraja mencapai 40 persen. Proyek senilai Rp 4,74 miliar ini mencakup pemasangan batu andesit, pelebaran drainase, dan lampu jalan.

Desa Mengening Dinilai Jadi Percontohan Desa Antikorupsi KPK

Desa Mengening Dinilai Jadi Percontohan Desa Antikorupsi KPK

Desa Mengening, Buleleng, menjalani penilaian sebagai calon desa percontohan antikorupsi 2026. Penilaian mencakup lima komponen utama dan 18 indikator tata kelola pemerintahan.

Krisis BBM di Buleleng: Nyaris 10 Jam Mengantre Demi 5 Liter Pertalite

Krisis BBM di Buleleng: Nyaris 10 Jam Mengantre Demi 5 Liter Pertalite

Pengalaman mengantre hampir 10 jam di SPBU Anturan saat krisis BBM Buleleng. Bertahan semalaman, saya akhirnya pulang dengan lima liter Pertalite.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer