Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Dana BKK Badung ke Buleleng Menyusut, DPRD Minta Dinas PUTR Prioritaskan Perbaikan Jalan

F
Penulis: Francelino Junior❯

 

Ilustrasi pemangkasan anggaran.
Ilustrasi pemangkasan anggaran.

SINGARAJA, RadarBuleleng.id - Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buleleng diminta kembali menata ulang program prioritas mereka untuk tahun depan. 


Advertisement

Permintaan tersebut muncul dari DPRD Buleleng setelah terjadinya perubahan alokasi Bantuan Keuangan Khusus (BKK) dari Kabupaten Badung, yang juga berpengaruh pada proses penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Buleleng Tahun Anggaran 2026.

Dalam rapat dengar pendapat bersama OPD, pembahasan mengerucut pada kesiapan program unggulan masing-masing dinas serta penyesuaian anggarannya. 

Langkah ini dinilai krusial agar penyusunan program 2026 tetap realistis, tepat guna, dan selaras dengan kemampuan fiskal daerah. 

Advertisement

Selama ini, BKK Badung menjadi salah satu penopang penting dalam pembangunan di Buleleng. Karena nilainya mencapai puluhan miliar setahun.

”Kami ingin memastikan bahwa seluruh perencanaan program OPD dilakukan secara matang dan dapat dipertanggungjawabkan. Terutama dalam kondisi fiskal yang mengalami penyesuaian,” ujar Ketua Komisi II DPRD Buleleng, Wayan Masdana.

Advertisement

Komisi II juga meminta dinas mitra kerja melakukan pemetaan ulang kebutuhan program, mempertimbangkan urgensi, manfaat, dan kesiapan teknis. 

Penajaman program tersebut diharapkan mampu meningkatkan efektivitas penggunaan anggaran sekaligus menjaga keberlanjutan pembangunan, meskipun dukungan dana dari luar daerah mengalami penyusutan.

Dampak penyesuaian anggaran paling terasa pada rencana pembangunan infrastruktur di Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Buleleng. 

Sejumlah proyek fisik harus ditinjau kembali, agar tetap bisa berjalan berdasarkan skala prioritas yang tepat.

Dewan juga meminta agar program infrastruktur di Buleleng diprioritaskan pada perbaikan jalan yang mendukung akses ekonomi masyarakat.

”Kami akan terus mengawal proses penyusunan APBD 2026, agar tetap berpihak pada kepentingan masyarakat dan pembangunan daerah secara efektif serta berkelanjutan,” demikian Masdana. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

Advertisement

Artikel Terkait

Bisa Panen 10 Ton di Lahan Kering, DPRD Minta Padi Bridantara Dikembangkan di Buleleng

Bisa Panen 10 Ton di Lahan Kering, DPRD Minta Padi Bridantara Dikembangkan di Buleleng

Padi varietas unggul Bridantara 8 terbukti panen 10,5 ton/ha di lahan kering Gerokgak. Ketua DPRD Buleleng dorong penanaman meluas di Bali utara.

Perkuat Kemitraan dengan Pers, DPRD Buleleng Dorong Komunikasi Publik Transparan dan Responsif

Perkuat Kemitraan dengan Pers, DPRD Buleleng Dorong Komunikasi Publik Transparan dan Responsif

DPRD Buleleng perkuat kemitraan dengan media massa guna tingkatkan kualitas komunikasi publik, keterbukaan informasi, dan layanan digital di Bali utara.

Revitalisasi RSUD Buleleng: Dewan Terbelah, Fraksi Gerindra Ogah Beri Persetujuan

Revitalisasi RSUD Buleleng: Dewan Terbelah, Fraksi Gerindra Ogah Beri Persetujuan

Rapat DPRD Buleleng memanas. Kadek Widana walk out dari pembahasan kajian proyek RSUD Buleleng tahun jamak dan ancam tolak tanda tangan.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer