
SINGARAJA, RadarBuleleng.id - Transformasi digital kini tak hanya menyentuh gaya hidup, tetapi juga merambah tata kelola pemerintahan desa.
Hal ini dibuktikan Desa Baktiseraga, Kecamatan Buleleng, yang sukses menerapkan sistem digital dalam pengelolaan data penduduk hingga layanan administrasi.
Dengan jumlah penduduk sekitar 7.000 jiwa dan 2.200 kepala keluarga, desa yang berbatasan dengan Desa Panji, Desa Pemaron, Kelurahan Banyuasri, Kelurahan Banjar Tegal, dan Laut Bali ini dikenal sebagai “desa rasa kota” karena kemajuan sistem pengelolaannya.
Perbekel Desa Baktiseraga, Gusti Putu Armada, menegaskan digitalisasi tidak bisa berjalan tanpa manajemen yang matang.
”Sejak awal, dilakukan manajemen desa, penting seseorang melakukan manage. Karena digitalisasi tidak bisa lepas begitu saja,” ujarnya.
Langkah awal yang dilakukan adalah pemetaan ulang wilayah desa berbasis teknologi dengan melibatkan ahli geografi.
Hasilnya cukup mengejutkan, luas wilayah yang sebelumnya tercatat 158 hektar meningkat menjadi 221 hektar setelah dilakukan pendataan ulang.
Setelah itu, Pemdes Baktiseraga melanjutkan dengan pendataan penduduk berbasis digital. Dengan menggandeng ahli teknologi informasi, seluruh data warga kini tersimpan dalam sistem terintegrasi.
Manfaatnya sangat terasa, terutama saat pandemi Covid-19 dan pelaksanaan pemilu. Pencarian data warga menjadi cepat dan akurat hanya dengan memasukkan Nomor Induk Kependudukan (NIK).



