Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Rapat Paripurna DPRD Buleleng Molor Dua Jam. Ketua Dewan Sebut Ada Perbedaan Persepsi

F
Penulis: Francelino Junior❯
MOLOR: Suasana rapat paripurna DPRD Buleleng pada Kamis (9/7/2026). Rapat sempat molor selama beberapa jam. (Francelino Junior/Radar Buleleng)
MOLOR: Suasana rapat paripurna DPRD Buleleng pada Kamis (9/7/2026). Rapat sempat molor selama beberapa jam. (Francelino Junior/Radar Buleleng)

Advertisement

 

SINGARAJA, RadarBuleleng.id – Rapat paripurna DPRD Kabupaten Buleleng yang dijadwalkan berlangsung pada Kamis (9/7/2026) pukul 10.00 WITA molor hingga sekitar dua jam. 

Keterlambatan itu disebut dipicu adanya perbedaan persepsi di internal DPRD terkait pembahasan agenda rapat.

Advertisement

Pantauan Radar Buleleng di Gedung DPRD Buleleng menunjukkan para undangan dari Pemkab Buleleng sudah lebih dahulu memenuhi ruang sidang. 

Sementara itu, sebagian besar kursi anggota dewan masih kosong sehingga rapat baru dapat dimulai sekitar pukul 12.00 WITA.

Paripurna tersebut mengagendakan Penyampaian Pandangan Umum Fraksi-fraksi DPRD terhadap Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Perubahan atas Perda Nomor 6 Tahun 2017 tentang Pengelolaan Barang Milik Daerah, serta Ranperda Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2025.

Advertisement

Ketua DPRD Buleleng, Ketut Ngurah Arya membenarkan adanya pembahasan internal sebelum rapat dimulai. Menurutnya, sejumlah fraksi masih memiliki pandangan yang berbeda terkait mekanisme pembahasan kedua ranperda tersebut.

"Ada beberapa hal yang perlu dibahas berkaitan dengan pandangan fraksi karena masih ada pemikiran yang berbeda terhadap kebijakan pembahasan kali ini," ujarnya.

Arya menegaskan, rapat paripurna tersebut belum memasuki tahap pengambilan keputusan. Karena itu, diperlukan penyamaan persepsi terlebih dahulu di internal DPRD maupun dengan pihak eksekutif. 

Hal tersebut juga telah disampaikan kepada Wakil Bupati Buleleng Gede Supriatna yang hadir dalam rapat.

Advertisement
Editor : Eka Prasetya
Sumber : Radar Buleleng

Artikel Terkait

Mahasiswa Buleleng Bawa 12 Tuntutan ke DPRD. Kritik MBG Hingga Infrastruktur Jalan di Bali Utara

Mahasiswa Buleleng Bawa 12 Tuntutan ke DPRD. Kritik MBG Hingga Infrastruktur Jalan di Bali Utara

Aliansi Mahasiswa Cipayung Plus Buleleng menyampaikan 12 tuntutan kepada DPRD. Ketua DPRD meminta mahasiswa tak hanya mengkritik, tetapi juga menawarkan solusi bagi persoalan daerah.

Ketua DPRD Buleleng Bantah Hindari Mahasiswa. Tegaskan Siap Terima Aspirasi Asal Ikuti Mekanisme

Ketua DPRD Buleleng Bantah Hindari Mahasiswa. Tegaskan Siap Terima Aspirasi Asal Ikuti Mekanisme

Ketua DPRD Buleleng Ketut Ngurah Arya membantah menghindari mahasiswa. Ia menegaskan DPRD siap menerima aspirasi, asalkan penyampaiannya mengikuti mekanisme yang berlaku.

Mahasiswa Kecewa DPRD Buleleng Enggan Temui Massa Aksi, Klaim Anggota Dewan Hanya Mengintip dari Balik Jendela

Mahasiswa Kecewa DPRD Buleleng Enggan Temui Massa Aksi, Klaim Anggota Dewan Hanya Mengintip dari Balik Jendela

Aliansi Mahasiswa Cipayung Plus kecewa karena DPRD Buleleng tak menemui massa aksi. Mahasiswa mengklaim anggota dewan hanya mengintip dari dalam gedung dan ada yang meninggalkan lokasi saat orasi berlangsung.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer