SINGARAJA, RadarBuleleng.id – Pemkab Buleleng bersiap menata kawasan titik nol Kota Singaraja yang menjadi pusat sejarah Bali Utara.
Tender proyek penataan kawasan heritage tersebut ditargetkan bisa dimulai pada Desember mendatang.
Rapat kolaborasi antar-OPD digelar di Lobi Kantor Bupati Buleleng, kemarin (11/9/2025), untuk mematangkan konsep penataan.
Sekda Buleleng Gede Suyasa menegaskan, langkah tersebut sejalan dengan visi Bupati Buleleng lima tahun ke depan.
Yakni menjaga serta memperkuat identitas kawasan heritage di sekitar Tugu Singa Ambara Raja dan Kantor Bupati Buleleng.
“Penataan akan menyentuh lingkungan, sanitasi, hingga utilitas seperti kabel dan pipa yang selama ini tidak tertata. Semua akan diatur ulang agar kawasan ini benar-benar bernuansa heritage,” jelas Suyasa.
Bangunan di sekitar kawasan titik nol, seperti Kantor Bupati, Bappeda, hingga Disdikpora, merupakan peninggalan kolonial Belanda. Penataan nantinya dilakukan tanpa menghilangkan keaslian arsitektur.
Selain memperkuat identitas sejarah, kawasan kantor bupati juga diarahkan agar lebih ramah masyarakat.
Tidak hanya gedung, sejumlah ruas jalan utama juga masuk dalam skema penataan. Mulai dari Catus Pata, Jalan Veteran, Jalan Pahlawan hingga Taman Makam Pahlawan Curastana, serta Jalan Ngurah Rai sampai depan Jalan Kresna.
Semua kabel listrik, telekomunikasi, dan pipa PDAM yang semula semrawut akan dipindahkan ke bawah tanah.
Rencana tersebut juga membuka ruang terbuka hijau (RTH) baru demi menjaga kualitas udara.
Pemkab Buleleng berupaya mempertahankan proporsi RTH minimal 30 persen untuk menekan polusi di Bali utara.
“Kanopi tambahan pada gedung akan dihilangkan. Bangunan dikembalikan ke bentuk aslinya, sehingga orisinalitas tetap terjaga,” imbuh Suyasa.
Kepala Dinas PUTR Buleleng, I Putu Adiptha Ekaputra menambahkan, penataan kawasan titik nol akan melalui beberapa tahapan teknis, mulai dari penyesuaian aset hingga koordinasi dengan pemilik utilitas.
“Jika sudah ada kesepahaman, tender dilaksanakan Desember, dan awal tahun depan tahapan pengerjaan mulai dilakukan,” ungkapnya. (*)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.
Editor : Eka Prasetya