Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Antisipasi Bencana, Pemkab Buleleng Siapkan BTT Rp 5,5 Miliar

Eka Prasetya • Minggu, 1 Maret 2026 | 09:21 WIB

WASPADA BENCANA: Peristiwa pohon tumbang di Jalan Srikandi, Buleleng, yang ditangani BPBD Buleleng.
WASPADA BENCANA: Peristiwa pohon tumbang di Jalan Srikandi, Buleleng, yang ditangani BPBD Buleleng.

SINGARAJA, RadarBuleleng.id – Pemkab Buleleng menyiapkan anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT) sebesar Rp 5,5 miliar untuk menghadapi potensi bencana dan kondisi darurat sepanjang 2026. 

Dana tersebut disiapkan sebagai instrumen respons cepat agar penanganan di lokasi bencana tidak terhambat prosedur administrasi.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Buleleng, I Gede Suyasa mengatakan, alokasi dana BTT tahun ini masih sama seperti sebelum perubahan anggaran dilakukan.

“Untuk sementara sebelum anggaran perubahan, BTT tetap Rp 5,5 miliar, sama seperti tahun sebelumnya. Setelah perubahan nanti kita lihat lagi,” ujarnya, Jumat (27/2/2026).

Ia memaparkan, pada 2025 lalu realisasi anggaran untuk penanganan dampak bencana mencapai sekitar Rp 1,62 miliar. 

Selain itu, Buleleng juga menerima tambahan bantuan Rp 700 juta dari BPBD Bali guna mendukung percepatan penanganan di daerah.

Menurut Suyasa, BTT memang dirancang untuk membiayai kejadian tak terduga, mulai dari bencana alam, kerawanan pangan, hingga kebutuhan mendesak lain sesuai regulasi pemerintah. 

Penggunaannya bersifat fleksibel, termasuk untuk bantuan sosial maupun perbaikan fasilitas umum, bergantung pada tingkat urgensi dan kebijakan pimpinan daerah.

“BTT ini fleksibel sesuai aturan. Bisa untuk bencana, bansos, sampai perbaikan fasilitas umum. Sekarang juga sedang proses perubahan anggaran mendahului,” jelas pejabat asal Tejakula tersebut.

Sementara itu, intensitas bencana pada awal 2026 tercatat cukup tinggi. Sepanjang Januari, terjadi 167 kejadian bencana. Memasuki Februari, jumlahnya telah melampaui 50 peristiwa dan masih berpotensi bertambah.

Mayoritas kejadian dipicu cuaca ekstrem, seperti pohon tumbang, tanah longsor, angin kencang, abrasi akibat gelombang pasang, hingga banjir di sejumlah titik. 

Dengan frekuensi yang relatif tinggi, kesiapan anggaran dinilai krusial agar penanganan dapat dilakukan cepat dan tepat. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

Editor : Eka Prasetya
#bali #bencana alam #badan penanggulangan bencana daerah #darurat #anggaran #pemkab buleleng #belanja tidak terduga #btt #dana #bencana #bpbd #buleleng