Jelang Idul Adha, Pengiriman Sapi Bali dari Buleleng Melonjak Tajam. Tapi Harga Stagnan


SINGARAJA, RadarBuleleng.id - Menjelang Hari Raya Idul Adha, pengiriman sapi Bali dari Kabupaten Buleleng, Bali, mengalami lonjakan signifikan.
Peningkatan permintaan terutama datang dari Pulau Jawa untuk memenuhi kebutuhan hewan kurban saat Lebaran Haji.
Kepala Dinas Pertanian Ketahanan Pangan dan Perikanan (Distankan) Buleleng, Gede Melandrat, mengatakan lonjakan pengiriman sapi sebenarnya sudah diprediksi para peternak karena momentum Idul Adha selalu meningkatkan kebutuhan pasar.
“Memang terjadi lonjakan dengan harapan bisa memenuhi kebutuhan saat Idul Adha atau Lebaran Haji. Tetapi peternak juga sudah tahu harinya, mudah-mudahan ini bisa memberikan rezeki kepada para peternak,” ujarnya.
Berdasarkan data Distankan Buleleng, pengiriman sapi pada Januari tercatat sebanyak 782 ekor, Februari 610 ekor, Maret 1.120 ekor, dan melonjak drastis pada April mencapai 9.870 ekor. Sementara hingga awal Mei, pengiriman tercatat sebanyak 200 ekor.
Sebagian besar sapi Bali asal Buleleng dikirim ke Pulau Jawa, terutama untuk memenuhi kuota kebutuhan Perumda Dharma Jaya Jakarta. Selain itu, sebagian kecil pengiriman juga dilakukan ke Makassar.
“Selain dikirim ke Jawa, untuk memenuhi kuota Perumda Dharma Jaya Jakarta. Karena untuk memenuhi permintaan Dharma Jaya saja masih kurang. Sebagian kecil itu ke Makassar,” jelasnya.
Meski permintaan meningkat tajam, Melandrat mengungkapkan harga sapi di tingkat peternak belum mengalami kenaikan signifikan.
Saat ini harga sapi hidup di tingkat petani masih berada di kisaran Rp 45 ribu per kilogram.



