Radarbuleleng.jawapos.com- Bank berperan penting dalam menopang sektor pariwisata.
Hal itu disampaikan oleh Pakar ekonomi dan akademisi Universitas Pendidikan Nasional (UNDIKNAS) Denpasar, Prof. Ida Bagus Raka Suardana.
Menurut dia, hal itu tak terlepas dari peran perbankan dalam menyediakan fasilitas kredit untuk pembangunan hotel, restoran, dan transportasi wisata, serta layanan transaksi digital bagi pelaku usaha dan wisatawan.
”Selain itu, bank berperan dalam menyalurkan dana pemulihan ekonomi pariwisata pasca-pandemi, termasuk Kredit Usaha Rakyat (KUR) pariwisata," katanya di Denpasar, Kamis (17/7).
Peran Bank lainnya juga yakni aktif dalam mengedukasi keuangan digital melalui kerja sama dgn pemerintah daerah dan komunitas pariwisata.
Data OJK mencatat penyaluran KUR sektor pariwisata Bali mencapai Rp1,2 triliun di 2024. Dukungan ini memperkuat struktur finansial dan mempercepat pemulihan industri pariwisata.
Dengan demikian pemilihan Bank yang tepat bagi pelaku pelaku pariwisata sangatlah krusial.
”Karena berkaitan langsung dengan kenyamanan transaksi, keamanan dana, dan kemudahan akses layanan. Bank yang menyediakan layanan internasional, seperti akun multivaluta, QRIS lintas negara, dan mobile banking dengan fitur lengkap akan sangat membantu dalam melayani wisatawan mancanegara," urainya.
Apalagi bank tertentu yang memiliki jaringan luas dan pelayanan cepat. Misalnya, pelaku pariwisata di Ubud atau Nusa Dua akan terbantu dengan bank yang memiliki banyak ATM dan cabang.
Pilihan bank yang tepat mencerminkan profesionalisme pelaku pariwisata dan mendukung kepuasan pelanggan wisatawan.
Terobosan yang dilakukan perbankan di sektor digital juga sangat mengambil peran penting dalam proses transaksi antara pelaku pariwisata dan wisatawan, baik domestik dan mancanegara.
Contohnya, pelaku usaha vila, agen perjalanan, atau sopir wisata dapat menerima pembayaran dari wisatawan asing melalui QRIS, transfer internasional, atau dompet digital.
Selain itu, aplikasi juga membantu dalam pencatatan keuangan, pembelian tiket masuk obyek wisata, dan pembayaran supplier.
”Data BI tahun 2024 mencatat transaksi QRIS di sektor pariwisata Bali tumbuh 85 persen. Hal ini menunjukkan adopsi digital yang pesat, efisiensi dan kecepatan transaksi meningkatkan pelayanan dan daya saing pelaku pariwisata," imbuhnya.
Penggunaan layanan digital perbankan Sangata berpengaruh signifikan terhadap pendapatan pelaku pariwisata seperti supir dan guide.
”Menurut survei BPS Bali tahun 2024, sekitar 67 persen pelaku pariwisata yg menggunakan transaksi digital mengalami peningkatan pendapatan hingga 20 persen dibandingkan mereka yang masih konvensional," pungkasnya.***
Editor : Donny Tabelak