Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Kejar Target Nol TBC, Buleleng Bentuk Desa Siaga Tuberkulosis

F
Penulis: Francelino Junior❯
Ilustrasi, Pencegahan penyebaran kasus tuberkulosis (TB) di Kota Denpasar.
Ilustrasi, Pencegahan penyebaran kasus tuberkulosis (TB).

Advertisement

 

SINGARAJA, RadarBuleleng.id – Pemkab Buleleng segera membentuk Desa Siaga Tuberkulosis (TBC) sebagai upaya mempercepat penanggulangan penyakit menular tersebut. 

Langkah tersebut diambil karena sejumlah indikator penanganan TBC di Buleleng masih belum memenuhi target nasional.

Advertisement

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Buleleng, Ni Nyoman Mertiasa, mengatakan tuberkulosis hingga kini masih menjadi ancaman serius bagi kesehatan masyarakat, baik di tingkat global maupun nasional.

"Tuberkulosis masih menjadi masalah kesehatan global hingga sekarang. Sebagai penyakit menular, TBC menjadi pembunuh yang paling mematikan di dunia," ujarnya, Kamis (30/7/2026).

Mengacu pada Global TB Report WHO 2025, Indonesia diperkirakan mencatat sekitar 1.080.000 kasus baru TBC setiap tahun dengan angka kematian mencapai 126.000 jiwa. 

Advertisement

Kondisi tersebut menempatkan Indonesia sebagai negara dengan beban TBC tertinggi kedua di dunia setelah India.

Selain tingginya jumlah kasus, Indonesia juga masih menghadapi tantangan triple burden tuberkulosis, yakni TBC sensitif obat (SO), TBC yang disertai infeksi HIV, serta TBC resisten obat (RO).

Sebagai bentuk komitmen percepatan eliminasi TBC, pemerintah telah menerbitkan Peraturan Presiden Nomor 67 Tahun 2021 tentang Penanggulangan Tuberkulosis. Regulasi tersebut menjadi dasar bagi pemerintah daerah untuk memperkuat kolaborasi lintas sektor.

Di Buleleng, langkah itu diawali dengan pertemuan yang melibatkan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (PMDP2KB), Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian, dan Statistik (Kominfosanti), serta Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda).

Advertisement
Editor : Eka Prasetya
Sumber : Radar Buleleng

Artikel Terkait

Desa Suwug Layani Warga Sakit 24 Jam Gratis, Armada Antar Pasien hingga RS Prof Ngoerah Sanglah

Desa Suwug Layani Warga Sakit 24 Jam Gratis, Armada Antar Pasien hingga RS Prof Ngoerah Sanglah

Desa Suwug, Buleleng memiliki Unit Kesehatan Desa yang melayani warga sakit selama 24 jam secara gratis, termasuk layanan antar rujukan ke rumah sakit.

Amor ing Acintya. Bocah 7 Tahun di Seririt Meninggal, Diduga Terkena Rabies

Amor ing Acintya. Bocah 7 Tahun di Seririt Meninggal, Diduga Terkena Rabies

Bocah 7 tahun asal Desa Bubunan, Seririt, meninggal dengan diagnosis suspek rabies setelah memiliki riwayat gigitan anjing. Dinkes Buleleng lakukan penanganan dan pelacakan kontak.

Dinkes Buleleng Gencarkan Cek Kesehatan Gratis dan Edukasi Vaksin HPV

Dinkes Buleleng Gencarkan Cek Kesehatan Gratis dan Edukasi Vaksin HPV

Dinkes Buleleng menggelar layanan kesehatan gratis, skrining kanker serviks, dan edukasi vaksin HPV dalam rangka HUT RI ke-81.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer