Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Apakah Semua Benjolan Berbahaya?

Donny Tabelak • Jumat, 10 Mei 2024 | 12:57 WIB

 

dr.Risko Sandy.
dr.Risko Sandy.

Oleh dr.Risko Sandy

KEBANYAKAN orang khawatir ketika menemukan adanya benjolan di tubuhnya. Namun kenyataannya, tidak semua benjolan ini bersifat serius, berbahaya dan memerlukan penanganan segera.

Benjolan atau tumor bisa muncul di bagian tubuh mana saja. Benjolan ini bisa disebabkan oleh bawaan lahir, infeksi atau peradangan, trauma, dan pertumbuhan sel tubuh yang tidak normal. Biasanya benjolan ini tidak berbahaya, namun tanda ini tidak boleh diabaikan.

Benjolan yang muncul bisa menjadi tanda bahwa suatu organ dalam tubuh  tidak berfungsi dengan baik atau pertanda adanya masalah kesehatan yang serius. Meski tidak selalu berarti kanker, namun keberadaan tumor bisa menjadi tanda awal suatu penyakit yang memerlukan penanganan segera. Ada beberapa kriteria untuk membedakan benjolan yang berbahaya dan tidak, yaitu:

Waktu kemunculan

Cara membedakan benjolan yang berbahaya dan tidak yang pertama adalah dengan mengetahui kapan benjolan tersebut muncul. Benjolan kongenital atau yang sudah ada sejak lahir biasanya tidak berbahaya, contohnya hemangioma. Benjolan ini biasanya tidak memerlukan penanganan karena akan mengecil dengan sendirinya seiring bertambahnya usia.

Penyebab

Selain mengetahui kapan benjolan muncul, masyarakat juga dapat mengetahui bagaimana membedakan benjolan berbahaya dan tidak berdasarkan penyebabnya. Kebanyakan benjolan akibat cedera hanya berupa memar otot yang muncul akibat pecahnya pembuluh darah. Biasanya, benjolan ini akan mengecil dengan sendirinya.

Infeksi pada benjolan

Benjolan akibat infeksi seringkali muncul berupa penumpukan nanah. Kondisi ini disebut juga dengan abses atau bisul. Namun, abses dapat diatasi dengan mengonsumsi obat antibiotik dari dokter atau dengan prosedur pembedahan kecil.

Karakteristik benjolan

Masyarakat juga dapat membedakan benjolan yang berbahaya dan tidak dari karakteristiknya. Benjolan yang berpotensi menjadi kanker biasanya berukuran besar, keras, tidak dapat digerakkan, permukaannya tidak rata, muncul secara tiba-tiba, dan berkembang dengan cepat dimana ukurannya terus bertambah selama berminggu-minggu atau berbulan-bulan

Gejala yang menyertai benjolan

Jika benjolan disertai dengan gejala lain, seperti penurunan berat badan drastis serta demam dan kelelahan yang terus-menerus, maka benjolan ini perlu diwaspadai dan segera melakukan pemeriksaan ke dokter. Benjolan yang disertai gejala-gejala di atas bisa jadi menjadi tanda adanya kondisi medis tertentu, seperti kanker.

Perlu diingat bahwa tidak semua benjolan bersifat kanker, dan sebagian besar tidak berbahaya. Namun jika melihat adanya benjolan atau pembengkakan yang tidak biasa di tubuh, sebaiknya konsultasikan ke dokter untuk mengetahui penyebab dan mendapatkan pengobatan yang tepat.

Apakah Benjolan Jinak Perlu Dioperasi?

Tidak semua tumor jinak memerlukan pembedahan. Perlu atau tidaknya tindakan pembedahan untuk mengangkat tumor jinak bergantung pada beberapa faktor, seperti ukuran tumor, lokasi, dan gejalanya.

Secara umum, tumor jinak biasanya tidak menimbulkan masalah, namun bisa menjadi lebih besar dan memberi tekanan pada struktur di sekitarnya sehingga menyebabkan rasa sakit atau komplikasi medis lainnya.

Dalam beberapa kasus, tumor jinak bisa berubah menjadi tumor ganas. Oleh karena itu, tumor-tumor ini diawasi secara ketat dan mungkin memerlukan operasi pengangkatan.

Ada beberapa jenis massa jinak yang dapat dipantau atau diobati dengan cara lain tanpa operasi, seperti terapi hormon atau pengobatan. Dokter akan melakukan penilaian dan memberikan rekomendasi terbaik berdasarkan kondisi pasien.

Singkatnya, kebutuhan pembedahan untuk mengangkat tumor jinak bergantung pada banyak faktor dan pembedahan tidak selalu diperlukan. Jika memiliki tumor jinak, sebaiknya konsultasikan ke dokter untuk mendapatkan saran dan rekomendasi terbaik mengenai pengobatan yang diperlukan.

Dokter akan membantu mempertimbangkan risiko dan manfaat  operasi untuk membuat keputusan terbaik sesuai kondisi pasien. ***

Editor : Donny Tabelak
#tumor #benjolan #kanker