Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Pemkab Buleleng Perluas Kontrasepsi Gratis. IUD Masih Minim Peminat

Eka Prasetya • Senin, 23 Februari 2026 | 17:51 WIB

 

KB GRATIS: Layanan KB gratis dengan metode implan yang digelar Dinas P2KBP3A Buleleng di Taman Kota Singaraja.
KB GRATIS: Layanan KB gratis dengan metode implan yang digelar Dinas P2KBP3A Buleleng di Taman Kota Singaraja.

SINGARAJA, RadarBuleleng.id - Program kontrasepsi gratis di Kabupaten Buleleng, Bali, dipastikan kembali digencarkan sepanjang 2026. 

Pemerintah menargetkan perluasan layanan hingga ke desa-desa, meski capaian Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) seperti IUD dan implan masih minim peminat.

Tahun ini, Pemkab Buleleng melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (PMDPPKB) telah menyiapkan ratusan alat kontrasepsi gratis.

Kontrasepsi tersebut dapat diakses masyarakat di fasilitas kesehatan pemerintah seperti puskesmas dan rumah sakit.

“Selain di fasilitas kesehatan, kami juga lakukan pelayanan keliling ke desa-desa sesuai jadwal per kecamatan. Kami berkoordinasi dengan penyuluh KB desa dan kelurahan untuk mendata serta mengumpulkan calon akseptor,” ujar Supartawan yang didampingi Kabid Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, Nyoman Mandayani, pada Minggu (22/2/2026).

Tahun ini, program kontrasepsi gratis menargetkan 300 penerima IUD, 450 implant, serta 30 peserta sterilisasi wanita. 

Pelayanan diprioritaskan di desa dan kelurahan lokus stunting sesuai arahan pimpinan daerah. Namun desa lain yang membutuhkan tetap dapat difasilitasi setelah melalui verifikasi penyuluh lapangan.

Secara umum, Supartawan menyebut pelayanan kontrasepsi di Buleleng telah berjalan sesuai kebutuhan riil di lapangan. Namun dalam laporan tingkat provinsi dan pusat, capaian terlihat belum memenuhi target.

“Pelayanan sudah berjalan, tetapi ada kendala teknis dalam penginputan data di aplikasi pelaporan. Di sistem seolah-olah belum capai target. Ini sedang kami evaluasi,” jelasnya.

Selain persoalan administrasi, tantangan juga muncul pada capaian KB pasca persalinan. Dari target 50 persen akseptor pasca salin, realisasi masih di bawah angka tersebut.

Capaian MKJP juga belum optimal. Mayoritas masyarakat di Buleleng masih memilih kontrasepsi jangka pendek seperti metode suntik dan pil. 

Sementara kontrasepsi jangka panjang seperti IUD, implant, maupun sterilisasi kurang diminati.

Sebagai penguatan layanan, Buleleng baru saja menerima distribusi alat dan obat kontrasepsi (alokon) dari Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN.

Bantuan tersebut meliputi 1.300 unit IUD, 100 set implan satu batang, 800 set implan dua batang, 7.000 vial suntikan kombinasi, 25.000 vial suntikan progestin, 3.500 siklus pil kombinasi, 500 siklus pil progestin, serta 33.000 syringe dan 330 safety box. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

Editor : Eka Prasetya
#keluarga berencana #kontrasepsi #bali #Implant #iud #KB #mkjp #implan #buleleng #Kontrasepsi Jangka Panjang