Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Cegah Harga Anjlok, Petani Anggur Dilatih Olah Dodol dan Sari Buah

F
Penulis: Francelino Junior❯
BUAT DODOL: Para petani anggur di Desa Banjar tengah belajar membuat dodol sebagai produk alternatif saat harga anggur anjlok. (Undiksha)
BUAT DODOL: Para petani anggur di Desa Banjar tengah belajar membuat dodol sebagai produk alternatif saat harga anggur anjlok. (Undiksha)

Advertisement

 

BANJAR, RadarBuleleng.id – Harga komoditas yang anjlok saat panen raya masih menjadi mimpi buruk yang membayangi para petani anggur lokal di Desa Banjar, Kecamatan Banjar, Buleleng. 

Guna memutus rantai kerugian tersebut, Tim Bestari Scientech dari Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) menerjunkan program pemberdayaan berbasis Living Lab (Laboratorium Hidup).

Advertisement

Pendampingan pascapanen ini difokuskan untuk membekali petani lokal keterampilan mengolah hasil panen menjadi produk bernilai jual tinggi.

Salah satu petani anggur Desa Banjar, Made Budiasa mengungkapkan, anjloknya harga anggur terjadi nyaris tiap tahun. 

Saat panen melimpah, harga anggur lokal kerap merosot tajam hingga menyentuh angka Rp 3 ribu hingga Rp 5 ribu per kilogram.

Advertisement

"Paling sering biasanya terjadi pas musim panen periode Desember sampai Januari. Curah hujan yang tinggi membuat buah anggur cepat busuk di pohon. Sering kali dibiarkan begitu saja karena biaya petik tidak sebanding dengan harga jual," tutur Budiasa, Jumat (4/9/2026).

Merespons keluhan petani, Tim Bestari Scientech Undiksha yang dipimpin I Wayan Widiana menggelar pelatihan pengolahan diferensiasi produk. 

Petani diajarkan menyulap anggur segar menjadi sari buah, dodol, serta aneka olahan panganan lokal.

Perwakilan Tim Undiksha, Uzlifatul Hasanah, menjelaskan bahwa program ini dirancang secara berkesinambungan agar pendapatan petani tetap stabil meski di tengah cuaca ekstrem maupun panen raya.

Advertisement

Artikel Terkait

Lindungi Identitas Produk, Kemenekraf Fasilitasi Pendaftaran Merek untuk 50 UMKM di Desa Bengkala

Lindungi Identitas Produk, Kemenekraf Fasilitasi Pendaftaran Merek untuk 50 UMKM di Desa Bengkala

Kemenekraf fasilitasi pendaftaran merek bagi 50 UMKM di Desa Bengkala Buleleng. Pelaku usaha lokal didampingi urus legalitas dan HAKI untuk tingkatkan daya saing.

Sulap Sabut Kelapa Jadi Genteng Tahan Gempa, BRIN Jajaki Material Ramah Lingkungan

Sulap Sabut Kelapa Jadi Genteng Tahan Gempa, BRIN Jajaki Material Ramah Lingkungan

BRIDA Buleleng dan BRIN jajaki pembuatan genteng biomassa HERBAL-ROOF berbahan sabut kelapa. Material ini ringan, meredam panas, dan cocok untuk daerah gempa.

Anak Mulai Remaja dan Berubah? Psikolog Buleleng Bagikan Tips Pola Asuh Adaptif untuk Orang Tua

Anak Mulai Remaja dan Berubah? Psikolog Buleleng Bagikan Tips Pola Asuh Adaptif untuk Orang Tua

DWP Kabupaten Buleleng gelar sosialisasi pola asuh anak usia peralihan bersama psikolog. Edukasi pentingnya pengasuhan adaptif di era digital.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer