SINGARAJA, RadarBuleleng.id - Kesebelasan Putra Selayar Kampung Baru akhirnya mencatatkan kemenangan perdana setelah tiga laga sebelumnya selalu berakhir dengan kekalahan.
Tiga poin berharga itu dipetik usai menundukkan Amartha FC Patas dengan skor 2-1 pada lanjutan Liga 1 PSSI Buleleng di Stadion Mayor Metra, Minggu (30/11/2025).
Laga tersebut menjadi momentum kebangkitan Putra Selayar. Babak pertama yang dipimpin wasit Noordin berjalan tanpa gol, meski kedua tim saling menekan.
Memasuki babak kedua, pertandingan langsung meledak. Baru satu menit berlangsung, menit ke-46, Aldi mencetak gol pembuka lewat sepakan terukur.
Enam menit kemudian, pemain bernomor punggung 7 itu kembali menjebol gawang Amartha FC dan membawa Putra Selayar unggul 2-0.
Amartha FC mencoba bangkit dan menciptakan sejumlah peluang hingga akhirnya Rangga memperkecil ketertinggalan menjadi 2-1 di menit ke-80.
Meski sempat terjadi ketegangan di lapangan, skor bertahan hingga peluit panjang dibunyikan.
Asisten Pelatih Putra Selayar, Joni Arta Santosa mengapresiasi mental pemain yang bangkit setelah tiga kekalahan beruntun.
“Pertandingan cukup berat karena lawan bermain bagus. Evaluasinya lebih ke motivasi, karena skill anak-anak sebenarnya bagus, tapi mental dan chemistry masih perlu ditingkatkan,” ujarnya.
Pertandingan lain yang mempertemukan Satria Muda Pengulon dan Forkal Kalibukbuk juga menyajikan tensi tinggi.
Sejak peluit awal wasit M. Ali, Satria Muda langsung menekan, sementara Forkal mengandalkan serangan balik. Namun babak pertama tetap tanpa gol.
Gol pertama baru tercipta di babak kedua, ketika umpan Deffa yang ditujukan kepada Putu Ariasa malah berbuah gol karena kiper Forkal keluar terlalu jauh dari gawang. Skor berubah 0-1.
Namun Forkal membalas melalui penalti di menit ke-74 setelah salah satu pemain mereka melakukan pelanggaran di kotak terlarang.
Ketut Agus Indrawan sukses menjadi algojo dan menyamakan kedudukan menjadi 1-1.
Jelang laga usai sempat terjadi keributan yang membuat pertandingan terhenti, namun hingga waktu habis skor tidak berubah.
Pelatih Satria Muda Pengulon, Gusti Ngurah Oka Saputra, menyebut hasil ini belum ideal.
“Pemain sudah kerja keras dan tidak kalah. Ke depan kami perbaiki fisik, karena pemain terlihat kelelahan,” katanya.
Sementara Pelatih Forkal Kalibukbuk, Putu Suardika, menilai kurangnya konsentrasi membuat timnya gagal membawa pulang kemenangan.
“Di menit akhir konsentrasi menurun dan ada kesalahan di lini belakang. Ke depan fokus kami memperbaiki konsentrasi hingga menit akhir,” ujarnya. (*)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.
Editor : Eka Prasetya