RadarBuleleng.id - Gubernur Bali, Wayan Koster menepis keras isu yang menyebut Bali sepi wisatawan menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru).
Menurutnya, kabar tersebut tidak sesuai fakta dan bertolak belakang dengan data resmi kunjungan wisatawan yang terus menunjukkan tren peningkatan.
“Bohong Bali sepi turis. Saya punya data. Setiap hari justru meningkat. Sekarang per hari sekitar 17 ribu wisatawan asing, sebelumnya bahkan sempat 20 ribu,” tegas Koster di Wiswa Sabha Utama, Senin (22/12/2025).
Koster memaparkan, berdasarkan data pada Selasa (16/12/2025), jumlah wisatawan mancanegara (wisman) yang berkunjung ke Bali telah mencapai 6,7 juta orang.
Angka tersebut meningkat dibandingkan periode yang sama tahun 2024 yang tercatat sebanyak 6,3 juta kunjungan.
Gubernur asal Buleleng itu optimistis target kunjungan wisman tahun ini akan tercapai. Ia menargetkan jumlah kunjungan tembus 7 juta wisatawan hingga akhir tahun.
“Target 7 juta masih sangat mungkin tercapai. Masih ada waktu sekitar dua minggu,” ujarnya.
Meski jumlah kunjungan wisatawan meningkat, Koster mengakui tingkat hunian hotel belum sepenuhnya sebanding.
Ia menilai hal tersebut dipengaruhi maraknya akomodasi non-hotel seperti Airbnb dan rumah kos yang dialihfungsikan menjadi penginapan, namun tidak memberikan kontribusi optimal terhadap pendapatan daerah.
“Okupansi hotel sekarang memang ada yang turun. Terendah sekitar 60 persen, sementara hotel seperti The Meru dan hotel bintang di Nusa Dua sekitar 80 persen. Seharusnya bisa lebih tinggi, tapi banyak wisatawan menginap di Airbnb,” jelasnya.
Koster menegaskan, secara keseluruhan jumlah wisatawan mancanegara tahun ini tetap meningkat sekitar 8 persen atau bertambah sekitar 400 ribu kunjungan dibandingkan tahun lalu.
Untuk menata persoalan akomodasi non-hotel, Pemprov Bali berencana segera menerbitkan Peraturan Gubernur terkait Airbnb, sesuai arahan dari Kementerian Investasi.
“Peningkatannya memang kurang dari 10 persen, tapi tetap naik,” katanya.
Menanggapi keluhan sejumlah sopir travel yang mengaku sepi penumpang, Koster menduga kondisi cuaca menjadi salah satu penyebabnya. Musim hujan dan kejadian banjir di sejumlah wilayah dinilai membuat wisatawan lebih banyak beraktivitas di hotel.
“Sekarang musim hujan dan sering banjir. Bisa jadi wisatawan datang ke Bali tapi tidak banyak jalan-jalan, lebih banyak istirahat. Tapi data riil, kunjungan tetap ada,” pungkasnya. (*)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.
Editor : Eka Prasetya