Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Gedung SDN 3 Gitgit Terdampak Longsor, Ratusan Siswa Terpaksa Belajar Daring

Eka Prasetya
Penulis: Eka Prasetya❯

 

KENA LONGSOR: BPBD Buleleng mengecek kondisi longsor yang mengenai SDN 3 Gitgit.
KENA LONGSOR: BPBD Buleleng mengecek kondisi longsor yang mengenai SDN 3 Gitgit.

SINGARAJA, RadarBuleleng.id - Peristiwa tanah longsor berdampak pada fasilitas pendidikan di SDN 3 Gitgit, Desa Gitgit, Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng, Bali. 


Advertisement

Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Buleleng pun memutuskan proses belajar mengajar di sekolah tersebut dialihkan menjadi daring demi menjaga keselamatan siswa.

Longsor terjadi akibat hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut pada Selasa (12/1/2026) sekitar pukul 02.00 WITA. 

Material longsoran dari tebing di belakang gedung sekolah membawa pohon hingga menimpa bagian atap bangunan SDN 3 Gitgit.

Advertisement

Sekolah tersebut memang sangat rawan dengan ancaman longsor. Karena lokasinya berada di areal tebing.

Kepala Disdikpora Buleleng, Ida Bagus Gde Surya Bharata mengatakan, keputusan pembelajaran daring diambil sebagai langkah antisipasi sambil menunggu kondisi lingkungan benar-benar aman.

“Belajar mengajar daring dulu sampai situasi membaik. Sudah kami koordinasi dengan komite sekolah,” ujarnya.

Advertisement

Menurut Surya Bharata, ruang kelas secara struktur dinilai masih aman, kondisi tanah di sisi sekolah yang labil berpotensi membahayakan siswa dan guru jika kegiatan tatap muka tetap dilaksanakan.

“Kondisi tebing juga masih mengkhawatirkan. Kami khawatir ada longsor susulan yang berdampak pada keselamatan siswa. Sehingga untuk sementara kami alihkan menjadi daring,” ujarnya.

Selain itu, Disdikpora Buleleng juga akan berkoordinasi dengan pemerintah desa terkait rencana penguatan dinding penahan tanah di sekitar lokasi longsor.

“Untuk penguatan dinding kami akan koordinasi lagi dengan pemerintah desa. Karena tebing yang longsor itu milik warga desa,” tambahnya.

Sementara itu, berdasarkan laporan BPBD Buleleng, penanganan awal telah dilakukan oleh Tim Reaksi Cepat (TRC) Regu II bersama Perbekel Desa Gitgit dan staf sekolah. 

Namun, penanganan material longsoran secara menyeluruh masih menunggu kondisi cuaca membaik karena hujan masih turun dan tanah di lokasi terpantau labil.

Dalam kejadian tersebut tidak terdapat korban jiwa. Sejumlah peralatan seperti chainsaw, sekop, dan mesin pompa air telah disiagakan untuk mendukung proses penanganan di lapangan.

Pihak sekolah dan pemerintah daerah mengimbau orang tua siswa untuk mendukung kebijakan pembelajaran daring sementara waktu, demi menghindari risiko keselamatan akibat potensi longsor susulan. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

 

Advertisement

Artikel Terkait

Harga Rumah di Bali Naik, Dipicu Peningkatan Harga Bahan Bangunan

Harga Rumah di Bali Naik, Dipicu Peningkatan Harga Bahan Bangunan

Harga properti residensial Bali naik 1,02 persen pada triwulan II 2026. Rumah menengah mencatat kenaikan tertinggi sebesar 1,52 persen secara tahunan.

Koster Sebut Buleleng Punya ‘Rezeki’ Sendiri, Gerokgak Disiapkan Jadi Kawasan Ekonomi Pariwisata

Koster Sebut Buleleng Punya ‘Rezeki’ Sendiri, Gerokgak Disiapkan Jadi Kawasan Ekonomi Pariwisata

Gubernur Bali Wayan Koster menyebut Buleleng punya potensi berbeda dari barat hingga timur. Gerokgak disiapkan sebagai kawasan ekonomi pariwisata.

Seorang Pria di Bali Diduga Kerap Lecehkan Pengendara Perempuan. Polisi Ungkap Sudah 10 Kali Beraksi

Seorang Pria di Bali Diduga Kerap Lecehkan Pengendara Perempuan. Polisi Ungkap Sudah 10 Kali Beraksi

Pria berinisial IWCA, 25, diamankan warga di Abiansemal setelah diduga melecehkan pengendara perempuan. Polisi mendalami pengakuannya yang disebut pernah beraksi 10 kali.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer