Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Dewan Dorong Hadirnya Widyalaya Negeri Pertama di Buleleng

Eka Prasetya
Penulis: Eka Prasetya❯
KUNJUNGI SMP HINDU: Siswa di Madyama Widyalaya Jnana Dharma Sastra berfoto bersama Dirjen Bimas Hindu, Prof. I Nengah Duija.
KUNJUNGI SMP HINDU: Siswa di Madyama Widyalaya Jnana Dharma Sastra berfoto bersama Dirjen Bimas Hindu, Prof. I Nengah Duija.

SINGARAJA, RadarBuleleng.id - DPRD Buleleng terus mengintensifkan pembahasan Ranperda Fasilitasi Widyalaya, dengan harapan besar menghadirkan widyalaya negeri pertama di Buleleng. 


Advertisement

Pembahasan itu mengemuka dalam rapat yang digelar Ruang Rapat Gabungan DPRD Buleleng pada Selasa (20/1/2026).

Ketua Komisi IV DPRD Buleleng Nyoman Sukarmen mengatakan, Ranperda Fasilitasi Widyalaya dirancang untuk meringankan beban pengelola widyalaya yang saat ini sebagian besar masih berstatus swasta. 

Menurutnya, keberadaan regulasi daerah diharapkan mampu membuka jalan dukungan lebih luas, baik dari sisi kebijakan maupun fasilitasi anggaran. Mengingat lembaga pendidikan seperti widyalaya sangat dibutuhkan oleh umat Hindu.

Advertisement

Ia menjelaskan, di sejumlah wilayah di Buleleng sudah berdiri widyalaya swasta yang selama ini berjuang mandiri dalam penyelenggaraan pendidikan. 

Dengan ranperda tersebut, DPRD berharap pemerintah daerah bisa hadir membantu kebutuhan dasar widyalaya, sesuai kewenangan yang dimiliki daerah.

Lebih jauh, Sukarmen menegaskan DPRD Buleleng menyambut terbuka peluang berdirinya widyalaya negeri pertama di Buleleng. 

Advertisement

Meski kewenangan widyalaya berada di bawah Kementerian Agama, pihak legislatif menilai daerah tetap memiliki ruang untuk memfasilitasi dan mendorong terwujudnya status negeri tersebut.

“Kalau memang pintu ke arah itu terbuka, kami di legislatif tentu siap menyambut. Domain widyalaya memang di Kemenag, tapi daerah tetap bisa berperan memfasilitasi. Apa yang bisa dibantu oleh daerah, akan kami bantu,” ujar Sukarmen.

Ia juga menilai, jika suatu saat memungkinkan dilakukan penegerian widyalaya, hal tersebut akan menjadi capaian penting bagi dunia pendidikan keagamaan Hindu di Buleleng. 

Keberadaan widyalaya negeri dinilai dapat meningkatkan akses, kualitas, serta keberlanjutan pendidikan bagi masyarakat. Khususnya umat Hindu.

Saat ini, jumlah widyalaya di Buleleng tercatat sebanyak 13 lembaga. Rinciannya, sembilan adi widyalaya setingkat TK atau PAUD, satu adi widyalaya setingkat SD, satu madyama widyalaya setingkat SMP, serta dua utama widyalaya setingkat SMA atau SMK. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

Advertisement

Artikel Terkait

Inspektorat Audit Keuangan Desa Tamblang. Muncul Temuan Rp 500 Juta

Inspektorat Audit Keuangan Desa Tamblang. Muncul Temuan Rp 500 Juta

Inspektorat Buleleng audit pengeloaan keuangan Desa Tamblang 2022-2025. Ketua Komisi II DPRD sebut temuan Rp500 juta, Tipikor Polres mulai periksa saksi.

Bisa Panen 10 Ton di Lahan Kering, DPRD Minta Padi Bridantara Dikembangkan di Buleleng

Bisa Panen 10 Ton di Lahan Kering, DPRD Minta Padi Bridantara Dikembangkan di Buleleng

Padi varietas unggul Bridantara 8 terbukti panen 10,5 ton/ha di lahan kering Gerokgak. Ketua DPRD Buleleng dorong penanaman meluas di Bali utara.

Perkuat Kemitraan dengan Pers, DPRD Buleleng Dorong Komunikasi Publik Transparan dan Responsif

Perkuat Kemitraan dengan Pers, DPRD Buleleng Dorong Komunikasi Publik Transparan dan Responsif

DPRD Buleleng perkuat kemitraan dengan media massa guna tingkatkan kualitas komunikasi publik, keterbukaan informasi, dan layanan digital di Bali utara.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer