Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Krisis Guru di Buleleng jadi Sorotan, Mahasiswa Sindir Slogan “Kota Pendidikan”

Eka Prasetya
Penulis: Eka Prasetya❯

 


Advertisement

SERAHKAN ASPIRASI: BEM Republik Mahasiswa Undiksha menyerahkan pandangan tertulis kepada Bupati Buleleng, I Nyoman  Sutjidra, terkait krisis guru di Kabupaten Buleleng.
SERAHKAN ASPIRASI: BEM Republik Mahasiswa Undiksha menyerahkan pandangan tertulis kepada Bupati Buleleng, I Nyoman Sutjidra, terkait krisis guru di Kabupaten Buleleng.

SINGARAJA, RadarBuleleng.id - Permasalahan kekurangan tenaga guru di Kabupaten Buleleng, Bali, kini kian menjadi perhatian berbagai kalangan. 

Tidak hanya masyarakat umum, mahasiswa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa Republik Mahasiswa Universitas Pendidikan Ganesha (BEM Rema Undiksha) turut angkat suara.

Advertisement

Di sela diskusi Pasar Intaran, Minggu (22/3/2026), Presiden Mahasiswa BEM Rema Undiksha menyerahkan pandangan tertulis kepada Bupati Buleleng, I Nyoman Sutjidra. 

Langkah tersebut menjadi bentuk keprihatinan mahasiswa terhadap kondisi pendidikan di Buleleng yang selama ini dikenal sebagai kota pendidikan.

Presiden Mahasiswa Undiksha, I Wayan Reka Ningcaya Bawa mengatakan, kondisi krisis guru di Buleleng kontras dengan citra Singaraja sebagai kota pendidikan.

Advertisement

"Kami sangat prihatin dengan kondisi ini, sangat miris dengan wilayah yang kita kenal dengan slogan kota pendidikan tapi krisis pendidik," ungkapnya.

Ia menilai, kekurangan tenaga pendidik menjadi persoalan serius yang harus segera ditangani oleh pemerintah daerah agar tidak berdampak lebih luas terhadap kualitas pendidikan.

Sementara itu, Menteri Kajian dan Isu Strategis BEM Rema Undiksha, I Kadek Agus Yudi Luliana mengungkapkan, pihaknya sebenarnya berharap dapat menyampaikan aspirasi tersebut secara langsung dalam forum diskusi. Namun kesempatan tersebut tidak didapatkan.

"Meskipun tadi kami tidak berkesempatan untuk menyampaikan isi pandangan sebagai aspirasi ini secara langsung dalam diskusi, namun tulisan yang kami serahkan tersebut diharapkan bisa menjadi atensi bagi bapak bupati dan kami berharap Pemkab serius dalam mengatasi permasalahan ini," tegasnya.

BEM Rema Undiksha pun berharap Pemerintah Kabupaten Buleleng dapat mengambil langkah konkret dan cepat guna mengatasi krisis tenaga guru yang tengah terjadi.

Asal tahu saja, Buleleng kini mengalami krisis guru untuk jenjang TK/PAUD, SD, dan SMP. Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Buleleng mencatat kekurangan 1.134 orang guru.

Masalah semakin pelik karena pemerintah tidak bisa merekrut guru lewat mekanisme kontrak maupun honorer. Sebab regulasi rekrutmen pegawai pemerintah kini harus melalui pemerintah pusat. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

Advertisement

Artikel Terkait

Harga Rumah di Bali Naik, Dipicu Peningkatan Harga Bahan Bangunan

Harga Rumah di Bali Naik, Dipicu Peningkatan Harga Bahan Bangunan

Harga properti residensial Bali naik 1,02 persen pada triwulan II 2026. Rumah menengah mencatat kenaikan tertinggi sebesar 1,52 persen secara tahunan.

Koster Sebut Buleleng Punya ‘Rezeki’ Sendiri, Gerokgak Disiapkan Jadi Kawasan Ekonomi Pariwisata

Koster Sebut Buleleng Punya ‘Rezeki’ Sendiri, Gerokgak Disiapkan Jadi Kawasan Ekonomi Pariwisata

Gubernur Bali Wayan Koster menyebut Buleleng punya potensi berbeda dari barat hingga timur. Gerokgak disiapkan sebagai kawasan ekonomi pariwisata.

Seorang Pria di Bali Diduga Kerap Lecehkan Pengendara Perempuan. Polisi Ungkap Sudah 10 Kali Beraksi

Seorang Pria di Bali Diduga Kerap Lecehkan Pengendara Perempuan. Polisi Ungkap Sudah 10 Kali Beraksi

Pria berinisial IWCA, 25, diamankan warga di Abiansemal setelah diduga melecehkan pengendara perempuan. Polisi mendalami pengakuannya yang disebut pernah beraksi 10 kali.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer