Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

14 Kampus di Bali Sepakat Bentuk Konsorsium. Siap Cari Solusi Persoalan Pendidikan

F
Penulis: Francelino Junior❯
SEPAKAT KERJASAMA: Para pimpinan Perguruan Tinggi Negeri dan Swasta di Bali, beserta Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi sepakat membentuk konsorsium untuk memajukan pendidikan di Bali. Kesepakatan itu dilakukan di Universitas Pendidikan Ganesha. (Undiksha)
SEPAKAT KERJASAMA: Para pimpinan Perguruan Tinggi Negeri dan Swasta di Bali, beserta Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi sepakat membentuk konsorsium untuk memajukan pendidikan di Bali. Kesepakatan itu dilakukan di Universitas Pendidikan Ganesha. (Undiksha)

Advertisement

 

SINGARAJA, RadarBuleleng.id – Sebanyak 14 perguruan tinggi negeri dan swasta di Bali resmi bersatu dalam sebuah konsorsium pendidikan. 

Langkah tersebut diharapkan menjadi kekuatan baru untuk menjawab berbagai persoalan pendidikan di Pulau Dewata melalui kolaborasi lintas kampus, riset, dan pengabdian kepada masyarakat.

Advertisement

Pembentukan konsorsium tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman di Auditorium Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha), Buleleng, pada Senin (15/6/2026). 

Kegiatan itu disaksikan langsung Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamen Dikti Saintek), Prof. Fauzan, serta Direktur Jenderal Riset dan Pengembangan Kementerian Dikti Saintek, Fauzan Adziman.

Konsorsium ini melibatkan sejumlah perguruan tinggi yang memiliki perhatian besar terhadap pengembangan pendidikan di Bali. 

Advertisement

Di antaranya Undiksha, Institut Agama Hindu Negeri Mpu Kuturan, IKIP Saraswati Tabanan, Universitas Hindu Indonesia (UNHI), UHN I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar, Universitas PGRI Mahadewa Indonesia Bali, Universitas Mahasaraswati Denpasar, Universitas Dwijendra, Universitas Panji Sakti Singaraja, Institut Teknologi dan Pendidikan Markandeya Bali, Universitas Triatma Mulya, Universitas Dhyana Pura Bali, STKIP Agama Hindu Singaraja, dan STKIP Agama Hindu Amlapura.

Inisiatif pembentukan konsorsium ini merupakan tindak lanjut dari pertemuan yang difasilitasi Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi pada Maret lalu. 

Melalui wadah tersebut, kampus-kampus di Bali didorong untuk tidak berjalan sendiri-sendiri dalam menghadapi tantangan pendidikan yang semakin kompleks.

Wamen Dikti Saintek, Prof. Fauzan menegaskan perguruan tinggi memiliki sumber daya, keahlian, dan hasil riset yang sangat besar. 

Advertisement
Editor : Eka Prasetya
Sumber : Radar Buleleng

Artikel Terkait

Bertahun-tahun Vakum, Buleleng Education Expo Kembali Digelar Momentum Bangkitkan Singaraja sebagai Kota Pendidikan

Bertahun-tahun Vakum, Buleleng Education Expo Kembali Digelar Momentum Bangkitkan Singaraja sebagai Kota Pendidikan

Buleleng Education Expo 2026 kembali digelar di Gedung Kesenian Gde Manik sebagai momentum membangkitkan Singaraja sebagai Kota Pendidikan.

Pendidikan Buleleng Kembali Bersinar, Ayu Hervina Raih Penghargaan Inovator Pendidikan Nasional 2026

Pendidikan Buleleng Kembali Bersinar, Ayu Hervina Raih Penghargaan Inovator Pendidikan Nasional 2026

Praktisi PKBM di Buleleng, Ni Putu Ayu Hervina Sanjayanti raih penghargaan Inovator Pendidikan Nasional 2026 lewat model pembelajaran berbasis Tri Hita Karana di Buleleng.

RISE Talks Singaraja: Pendidikan Karakter Jadi Kunci Penanganan Sampah di Bali

RISE Talks Singaraja: Pendidikan Karakter Jadi Kunci Penanganan Sampah di Bali

Ny. Putri Koster menegaskan pendidikan karakter dan kesadaran masyarakat menjadi kunci pengelolaan sampah berkelanjutan di Bali dalam RISE Talks Singaraja.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer