Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Atasi Anak Putus Sekolah, Disdikpora Buleleng Luncurkan Platform Digital 'JOSS Buleleng'

Eka Prasetya
Penulis: Eka Prasetya❯
KAJI ANGKA PUTUS SEKOLAH: Rapat penyusunan aplikasi JOSS Buleleng untuk memantau angka anak putus sekolah di Buleleng. (Pemkab Buleleng)
KAJI ANGKA PUTUS SEKOLAH: Rapat penyusunan aplikasi JOSS Buleleng untuk memantau angka anak putus sekolah di Buleleng. (Pemkab Buleleng)

Advertisement

 

SINGARAJA, RadarBuleleng.id – Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Buleleng resmi meluncurkan platform digital JOSS Buleleng (Jaringan Operasional Sekolah Kesetaraan), Kamis (10/9/2026). 

Inovasi tersebut dihadirkan sebagai benteng utama dalam mempercepat penanganan Anak Tidak Sekolah (ATS) di Kabupaten Buleleng.

Advertisement

Peluncuran sistem layanan terpadu ini merupakan implementasi Keputusan Bupati Buleleng Nomor 100.3.3.2/254/HK/2026 tentang Tim Koordinasi Daerah Pencegahan dan Penanganan ATS.

Kepala Disdikpora Buleleng, Ida Bagus Gde Surya Bharata, mengungkapkan bahwa berdasarkan pemetaan terbaru, jumlah anak putus sekolah di Kabupaten Buleleng saat ini menyentuh angka 8.077 anak. 

Lewat JOSS Buleleng, akses pendaftaran hingga pendataan sekolah kesetaraan kini terintegrasi secara digital.

Advertisement

"JOSS Buleleng hadir sebagai support system untuk menangani anak putus sekolah secara intensif dan berbasis teknologi. Masyarakat maupun perangkat desa kini bisa memantau dan mendaftarkan warga yang belum menuntaskan wajib belajar ke jenjang Paket A, B, atau C secara online," ujar Surya Bharata, Kamis (10/9/2026).

Saat ini, sebanyak 14 Satuan Pendidikan Kesetaraan di Buleleng telah terhubung dalam sistem. 

Aplikasi ini memuat data peserta didik, kurikulum, lokasi lembaga, hingga pendaftaran terbuka guna memangkas hambatan informasi yang selama ini memicu rendahnya partisipasi sekolah kesetaraan.

Langkah ini juga menjadi bagian dari strategi besar SPAT SIKU (Sistem Penanganan Anak Tidak Sekolah Secara Inklusif Menuju Buleleng Bebas ATS).

Advertisement

Artikel Terkait

Cegah Putus Sekolah dan Pernikahan Dini, SMAN 2 Banjar Libatkan Desa Adat dalam Penyusunan Kurikulum

Cegah Putus Sekolah dan Pernikahan Dini, SMAN 2 Banjar Libatkan Desa Adat dalam Penyusunan Kurikulum

SMAN 2 Banjar libatkan desa adat dan pemerintah desa dalam penyusunan kurikulum serta pencegahan putus sekolah dan pernikahan dini siswa.

Ribuan Siswa Buleleng Bakal Terima Seragam Gratis, Pemkab Ingin Tekan Angka Putus Sekolah

Ribuan Siswa Buleleng Bakal Terima Seragam Gratis, Pemkab Ingin Tekan Angka Putus Sekolah

Pemkab Buleleng mendata 5.600 siswa calon penerima seragam sekolah gratis tahun ajaran 2026/2027. Program ini ditujukan untuk membantu keluarga kurang mampu dan menekan angka putus sekolah.

Genjot Talenta Digital di Tingkat Desa, Kemenekraf Gelar Pelatihan Konten Kreatif

Genjot Talenta Digital di Tingkat Desa, Kemenekraf Gelar Pelatihan Konten Kreatif

Kemenekraf gelar program Gen Matic di Desa Bengkala Buleleng. 50 pemuda dilatih bikin konten digital untuk promosikan potensi lokal berbasis budaya.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer