SINGARAJA, RadarBuleleng.id - Dampak banjir bandang yang melanda wilayah Desa Banjar, Kabupaten Buleleng, Bali, pada Jumat (6/3/2026) lalu juga merusak fasilitas pendidikan.
SDN 5 Banjar yang terletak di dekat aliran sungai Tukad Mendaum, terendam lumpur setinggi lutut orang dewasa.
Lumpur tebal yang terbawa arus banjir membuat sejumlah ruang kelas tidak bisa digunakan sehingga proses belajar mengajar untuk sementara dialihkan secara daring.
Kepala Bidang Guru dan Tenaga Kependidikan Disdikpora Buleleng, Putu Primasuta, mengatakan, hingga Senin (9/3/2025) pihak sekolah bersama relawan masih fokus melakukan pembersihan sisa lumpur yang menutup beberapa ruang kelas.
“SDN 5 Banjar masih dalam tahap pembersihan. Masih fokus membersihkan sekolah karena lumpurnya masih sangat tebal,” jelasnya.
Ia menyebutkan, kondisi sekolah berundak. Terdapat tiga ruang kelas yang posisinya lebih rendah dari jalan, sehingga lumpur mengalir ke lokasi tersebut. Adapun kelas yang terdampak langsung banjir yakni kelas 3, kelas 4, kelas 6, dan ruang perpustakaan.
Sementara ruangan yang berada di lantai atas relatif aman dari genangan, seperti kelas 1, kelas 2, kelas 5, serta ruang guru.
“Buku-buku yang terendam, termasuk buku paket di kelas bawah, kondisinya sudah belepotan lumpur sehingga tidak bisa digunakan lagi,” ujarnya.
Untuk sementara waktu, siswa dari kelas terdampak menjalani pembelajaran secara daring sambil menunggu proses pembersihan rampung.
Disdikpora juga telah berkoordinasi dengan sekolah lain untuk meminjam perangkat pembelajaran yang dibutuhkan.
“Kami sudah memetakan kebutuhan dan sementara meminjam perangkat dari sekolah lain,” tambahnya.
Selain itu, untuk pelaksanaan evaluasi belajar, terutama TKA, siswa direncanakan mengikuti ujian di sekolah terdekat. Bahkan, tidak menutup kemungkinan akan diterapkan sistem double shift agar kegiatan belajar tetap berjalan.
“Kami masih menunggu perkembangan selanjutnya. Untuk sementara siswa masih belajar daring,” katanya.
Di sisi lain, proses pembersihan mulai digenjot sejak Minggu (8/3/2026). Puluhan personel TNI dari Kodim 1609/Buleleng melakukan upaya pembersihan lumpur.
Pada Senin (9/3/2026) bantuan dari relawan dan masyarakat juga berdatangan. Siswa juga berduyun-duyun membersihkan sekolah mereka.
Pembersihan diharapkan bisa segera rampung sehingga aktivitas belajar dapat kembali normal dalam waktu dekat.
“Mudah-mudahan dalam dua hari pembersihan sudah selesai, sehingga anak-anak bisa segera kembali belajar normal,” pungkasnya. (*)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.
Editor : Eka Prasetya