Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Dewan Buleleng Soroti Program Pengentasan Kemiskinan. Data Dinilai Kacau Balau, Dampaknya Hasil Tak Maksimal

E
Penulis: Eka Prasetya❯

 


Advertisement

BAHAS KEMISKINAN: Suasana rapat DPRD Buleleng membahas Ranperda Penanggulangan Kemiskinan.
BAHAS KEMISKINAN: Suasana rapat DPRD Buleleng membahas Ranperda Penanggulangan Kemiskinan.

SINGARAJA, RadarBuleleng.id - DPRD Buleleng mendesak Pemkab Buleleng lebih serius menyiapkan program penanggulangan kemiskinan. 

Dewan menilai upaya yang selama ini dijalankan belum optimal sehingga angka kemiskinan cenderung stagnan.

Advertisement

Sorotan itu mengemuka dalam Rapat Gabungan Komisi DPRD Buleleng bersama Pemkab Buleleng saat membahas sejumlah Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda), Rabu (4/3/2026). Salah satu yang menjadi perhatian utama adalah Ranperda Penanggulangan Kemiskinan.

Anggota DPRD Buleleng, Anak Agung Widia Putra, menilai persoalan data kemiskinan tak pernah tuntas dari tahun ke tahun. Bahkan, menurutnya, kerap terjadi saling lempar tanggung jawab antara desa dan kabupaten.

“Di desa sudah mengusulkan perubahan data, tapi di kabupaten belum masuk. Akhirnya dilempar lagi ke desa, dan ujungnya saling lempar. Kami harap permasalahan data ini bisa klir,” kata politisi yang akrab disapa Jung Putra itu.

Advertisement

Ia menegaskan, isu kemiskinan harus menjadi perhatian serius karena sudah menjadi pergunjingan di masyarakat. Jung Putra juga menyinggung adanya penerima bantuan yang kondisi ekonominya tak kunjung membaik.

“Ada yang sudah lama mendapat bantuan, tapi tidak berubah kondisi ekonominya. Malah ada mental di masyarakat yang merasa bangga dapat bantuan. Ini harus jadi perhatian,” tegasnya.

Pandangan serupa disampaikan Anggota DPRD Buleleng, Wayan Edy Parsa. Ia menilai pemerintah belum menyentuh akar persoalan atau hulu kemiskinan. Menurutnya, faktor pola pikir, akses pendidikan, serta keterbatasan sumber daya menjadi pemicu utama.

“Hal yang paling sederhana, memperluas akses air bersih. Dengan memperluas akses, kesehatan masyarakat bisa lebih baik,” ungkap politisi Nasdem itu.

Sementara itu, Ketua DPRD Buleleng, Ketut Ngurah Arya, menyoroti adanya ketidaksinkronan data. Secara statistik, angka kemiskinan disebut terus menurun. 

Namun di sisi lain, beban iuran Jaminan Kesehatan Nasional (JKN-KIS) yang ditanggung pemerintah daerah justru meningkat.

“Bicaranya angka kemiskinan turun, tapi iuran JKN KIS tidak berubah, malah bertambah. Kami berharap pemerintah serius mendampingi masyarakat miskin ini. Supaya angka kemiskinan ini tidak hanya bagus di atas kertas, tapi faktualnya tidak berubah. Karena dari tahun ke tahun kita sudah mengalokasikan anggaran besar, tapi progress-nya tidak jelas,” tandasnya. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

Advertisement

Artikel Terkait

Inspektorat Audit Keuangan Desa Tamblang. Muncul Temuan Rp 500 Juta

Inspektorat Audit Keuangan Desa Tamblang. Muncul Temuan Rp 500 Juta

Inspektorat Buleleng audit pengeloaan keuangan Desa Tamblang 2022-2025. Ketua Komisi II DPRD sebut temuan Rp500 juta, Tipikor Polres mulai periksa saksi.

Bisa Panen 10 Ton di Lahan Kering, DPRD Minta Padi Bridantara Dikembangkan di Buleleng

Bisa Panen 10 Ton di Lahan Kering, DPRD Minta Padi Bridantara Dikembangkan di Buleleng

Padi varietas unggul Bridantara 8 terbukti panen 10,5 ton/ha di lahan kering Gerokgak. Ketua DPRD Buleleng dorong penanaman meluas di Bali utara.

Perkuat Kemitraan dengan Pers, DPRD Buleleng Dorong Komunikasi Publik Transparan dan Responsif

Perkuat Kemitraan dengan Pers, DPRD Buleleng Dorong Komunikasi Publik Transparan dan Responsif

DPRD Buleleng perkuat kemitraan dengan media massa guna tingkatkan kualitas komunikasi publik, keterbukaan informasi, dan layanan digital di Bali utara.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer