Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Bertemu Giri Prasta, Koster Mengaku Cuma Konsolidasi

Ni Kadek Novi Febriani • Selasa, 30 April 2024 | 03:56 WIB

 

Wayan Koster bersama I Nyoman Giri Prasta usai melakukan rapat konsolidasi partai di Kantor DPC PDIP Badung, kemarin.
Wayan Koster bersama I Nyoman Giri Prasta usai melakukan rapat konsolidasi partai di Kantor DPC PDIP Badung, kemarin.

RadarBuleleng.id - Dinamika politik menjelang Pilkada Bali 2024, semakin dinamis saja. Terutama di internal PDI Perjuangan.

Ketua DPD PDI Perjuangan Bali, Wayan Koster, sempat bertemu dengan Ketua DPC PDI Perjuangan Badung, Nyoman Giri Prasta di Sekretariat DPC PDI Perjuangan Badung.

Kedua sosok itu sama-sama disebut sebagai politisi yang punya peluang maju sebagai Calon Gubernur Bali periode 2025-20230.

Wayan Koster merupakan Gubernur Bali periode 2018-2023. Dia merasa optimistis mendapat dukungan, karena PDI Perjuangan biasanya menjatuhkan rekomendasi pada petahana.

Sementara Giri Prasta merupakan Bupati Badung periode 2015-20202 dan 2020-2025.

Dia juga digadang-gadang menjadi calon Gubernur Bali karena punya program populis penyalur hibah bansos ke seluruh Bali lewat program Badung Angelus Bhuana.

Baliho dukungan agar Giri Prasta maju sebagai calon Gubernur Bali juga terpasang di seantero Bali.

Pada Minggu (28/4/2024) malam, Koster mendadak datang ke DPC PDIP Badung jalannya rapat pembahasan calon Gubernur dan calon Wakil Gubernur Bali yang diusulkan DPC.

Sejak beberapa pekan terakhir, sejumlah DPC sudah mengusulkan beberapa nama, namun Koster tidak pernah menghadiri rapat tersebut. Khusus di DPC PDIP Badung, Koster menyempatkan diri untuk hadir.

DPC PDI Perjuangan Badung sendiri hanya mengusulkan dua nama. Yakni Wayan Koster sebagai calon Gubernur Bali dan Giri Prasta sebagai calon Wakil Gubernur Bali.

Saat ditemui di Sekretariat DPD PDIP Bali, Koster menyatakan kunjungan dirinya ke kantor PDIP Badung pada Minggu malam merupakan kunjungan biasa dari DPD ke DPC. 

Kunjungan itu merupakan bagian dari konsolidasi partai setelah Pemilu 2024 menuju Pilkada Serentak 2024.

"Bukan itu biasa sama saja konsolidasi. Bukan (meminang). Itu adalah konsolidasi," kata Koster, Senin (29/4/2024).

Menurut Koster, semua DPC PDIP seluruh Bali sudah melakukan penjaringan calon gubernur dan calon wakil gubernur serta calon bupati dan walikota.

Koster menyebutkan DPC PDIP se-Bali ada yang mengusulkan dua nama, yakni Koster-Cok Ace atau Koster-Giri Prasta. Ada pula yang mengusulkan nama tunggal, yakni Koster-Cok Ace.

Khusus DPC PDIP Badung, mengusulkan nama tunggal yakni Koster-Giri Prasta.

Koster mengaku dirinya saat ini tidak memiliki kapasitas menentukan siapa yang akan menjadi pendamping dirinya pada Pilkada Bali 2024.

Sikap itu melunak bila dibandingkan dengan pernyataan-pernyataan sebelumnya. Saat itu Koster optimistis dirinya akan kembali berpasangan dengan Cok Ace, pasangannya saat maju sebagai Gubernur Bali pada periode 2018-2023.

"Keputusan mereka DPC, PAC  dan ranting mengusulkan itu (Giri Prasta)," ujarnya. 

Lebih lanjut Koster mengatakan, usulan dari seluruh DPC akan dibawa ke DPP PDIP. Selanjutnya DPP PDIP melalui Ketua Umum PDI Perjuangan, punya hak prerogatif dalam menentukan calon yang diusung.

“Yang memutuskan bukan saya itu keputusan DPP PDI Perjuangan," tegas Koster. 

Rekomendasi DPP PDIP terkait calon Gubernur Bali dan calon Wakil Gubernur Bali diperkirakan akan terbit pada Juli atau Agustus mendatang. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

Editor : Eka Prasetya
#bali #pdi perjuangan #pilkada bali #pdip #koster #wayan koster #giri prasta #2024